Setor Nomor HP Siswa untuk Kuota Gratis hingga 15 September

  • Bagikan
fa8b4c0a seqara for oppo 2 copy 800x534 800x445 1

Jakarta — Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhammad Hasan Chabibie mengatakan pihaknya bakal menyampaikan data nomor handphone (HP) untuk subsidi kuota belajar tahap satu ke operator sampai 15 September 2020.

Setelah data nomor HP disampaikan, operator akan segera memproses subsidi kuota tahap pertama ke siswa, guru, mahasiswa dan dosen. Kuota akan dikirimkan langsung dari operator ke nomor HP yang terdata.

“[Sebagian nomor HP] sudah secara paralel kita sampaikan [ke operator] sampai tanggal 15 nanti,” katanya kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat (11/9).

Kemendikbud, katanya, bakal tetap membuka aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) untuk penginputan data nomor HP dari sekolah dan kampus.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan Idul Fitri Minggu 24 Mei 2020

Ini karena masih banyak sekolah dan kampus yang belum menginput nomor HP peserta didik dan pendidiknya. Sehingga sekolah dan kampus masih bisa menginput nomor HP untuk subsidi kuota tahap pertama sebelum 15 September.

“Nanti yang belum masuk [ke tahap pertama] kita susulkan ke operator di akhir bulan,” ujar Hasan.

Pusdatin Kemendikbud masih mengolah data jumlah nomor HP yang sudah terinput ke Data Pokok Pendidikan. Sedangkan PDDikti mencatat baru 49,26 persen data mahasiswa dan 48,61 persen data dosen tercatat per 10 September.

Baca Juga :  Ambil Paksa Jenazah Corona Terancam Pidana , Pergub Baru DKI

Dari keseluruhan data mahasiswa, 47,46 persen diantaranya berasal dari Indonesia barat, 42,44 persen dari Indonesia tengah, dan 33,74 persen dari Indonesia timur. Sedangkan pada data dosen, 50,41 persen berasal dari Indonesia barat, 43,39 persen dari Indonesia tengah, dan 43,38 persen dari Indonesia timur.

Kemendikbud menargetkan kuota sampai ke penerima subsidi pertengahan September. Selama September sampai Desember 2020, siswa bakal menerima 35 gigabyte per bulan, guru menerima 42 gigabyte per bulan, serta mahasiswa dan dosen menerima 50 gigabyte per bulan.


CNNIndonesia

  • Bagikan
Positive SSL