Timnas Indonesia U-19 Terlalu ‘Baik’ kepada Kroasia 1-7

  • Bagikan
15fcc9f8 latihan timnas indonesia u 19 jelang lawan bulgaria 3 169

Bola — Timnas Indonesia U-19 menelan kekalahan kedua dalam turnamen mini yang berlangsung di Kroasia. Timnas Indonesia U-19 takluk dengan skor telak 1-7 dari Kroasia U-19 yang berstatus tuan rumah turnamen.

Kekalahan yang dialami Timnas Indonesia U-19 disebabkan Rizky Ridho dkk terlalu ‘baik’ kepada para pemain lawan. Timnas Indonesia U-19 membiarkan pemain-pemain Kroasia U-19 leluasa menguasai bola.

Timnas Indonesia U-19 sebenarnya memulai laga dengan lebih baik ketimbang laga sebelumnya saat takluk 0-3 dari Bulgaria. Skuad asuhan Shin Tae Yong berani keluar menyerang dan sempat memberikan ancaman ke gawang Vatreni junior.

Peluang emas itu datang saat laga baru berjalan 11 menit. Sandi Arta Samosir lepas di sisi kiri penyerangan dan melepaskan tembakan yang masih bisa diblok kiper Renato Josipovic.

Timnas Indonesia U-19 kalah 0-3 dari Bulgaria pada laga perdana Friendly Tournament di Stadion Igraliste NK Polet, Sveti Martin na Mauri, Sabtu (5/9)
Timnas Indonesia U-19 sempat tampil meyakinkan di awal pertandingan melawan Kroasia U-19. (Dok.PSSI)

Bola liar yang diblok Josipovic kemudian mengarah ke Irfan Jauhari. Sialnya tembakan Irfan yang dalam posisi leluasa masih mengenai mistar gawang.

Setelah kejutan di awal laga itu, Timnas Indonesia U-19 tetap tampil menyerang untuk menekan para pemain Kroasia. Pendekatan ini berbeda dibandingkan saat lawan Bulgaria yang lebih fokus dalam bertahan.

Permainan Timnas Indonesia U-19 yang lebih terbuka membuat banyak tercipta celah di pertahanan. Hal itu pula yang dimanfaatkan Kroasia U-19 hingga bisa mencetak gol pembuka kemenangan melalui Filip Zrilic pada menit ke-26.

Baca Juga :  Cukai Naik Per 1 Februari 2021, Harga Rokok Jadi Berapa Ya?

Bruno Jenjic yang tidak terkawal di kotak penalti dengan cermat menyundul bola yang disambar Zrilic untuk menaklukkan Muhammad Adi Satryo.

Lima menit berselang, Kroasia memperbesar skor jadi 2-0. Antonio Marin yang tidak terkawal di luar kotak penalti memberikan umpan ke arah Arijan Brkovic.

Brkovic yang tidak dikawal ketat masih sempat membalikkan badan dan melepaskan tendangan keras ke gawang Adi Satryo. Jelang babak pertama usai, Kroasia U-19 memperbesar skor jadi 3-0 melalui gol Marco Boras yang berawal dari situasi bola mati.

Latihan Timnas Indonesia U-19 Jelang Lawan BulgariaBagas Kaffa (kedua dari kiri) berhasil mencetak satu-satunya gol Timnas Indonesia U-19 ke gawang Kroasia U-19. (Dok.PSSI)

Di awal babak kedua, penyakit lengah dalam mengawal pemain lawan masih belum hilang dari Timnas Indonesia U-19. Para pemain Timnas Indonesia U-19 membiarkan bek sayap Kroasia U-19 leluasa melepaskan umpan silang yang dikonversi jadi gol Marin.

Proses gol kelima Kroasia yang dicetak Bruno Zdunic juga terjadi karena tidak adanya kawalan ketat dari pemain belakang Timnas Indonesia. Pemain belakang tim Garuda Muda lengah dalam mengawal pergerakan Zrilic yang lolos dari jebakan offside.

Baca Juga :  Metadata, Data Pengguna yang Akan Dibagi WhatsApp ke Facebook

Bola yang ditendang Zrilic masih bisa digagalkan Adi Satryo tetapi bola muntah disambar Zdunic untuk membuat skor jadi 5-0.

Timnas Indonesia U-19 yang tertinggal lima gol coba mengubah pendekatan permainan dengan mengandalkan bola-bola pendek. Strategi ini cukup merepotkan pemain Kroasia U-19 hingga akhirnya Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi memperkecil skor jadi 1-5 pada menit ke-71.

Timnas Indonesia U-19 tampil makin berani setelah gol itu. Namun, situasi ini dimanfaatkan Kroasia U-19 untuk mencetak dua gol tambahan ke gawang Adi Satryo.

Marin mencetak gol kedua setelah lepas dari kawalan pemain belakang Timnas Indonesia U-19. Pesta gol Kroasia U-19 kemudian ditutup gol penalti Ivan Brnic yang membuat skor akhir jadi 1-7.

Kekalahan telak dari Kroasia U-19 jadi bukti masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi Shin Tae Yong. Hal ini mengacu tidak disiplinnya para pemain dalam melakukan pressing yang membuat Kroasia U-19 mendapatkan banyak celah untuk mencetak gol.

Padahal, Kroasia U-19 tidak bermain begitu rapih secara taktik seperti Bulgaria. Kroasia U-19 lebih banyak mengandalkan kelebihan individu pemain seperti yang dimiliki Marin.

Sorotan lain juga mengarah ke pertahanan Timnas Indonesia U-19 karena dari dua laga di turnamen ini sudah kebobolan 10 gol. Kebobolan tujuh gol terjadi di laga ini dan kebobolan tiga gol saat takluk dari Bulgaria.


CNNINDONESIA

  • Bagikan
Positive SSL