Pemkab Kepahiang Prioritaskan Pembangunan Pertanian dan Perkebunan

  • Bagikan
Bupati Kepahuang, Hidayatullah Sjahid (tengah) didampingi Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah (kiri) melihat kebun kopi masyarakat di Kecamatan Kepahiang, belum lama ini. (Foto/Istimewa)
Bupati Kepahuang, Hidayatullah Sjahid (tengah) didampingi Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah (kiri) melihat kebun kopi masyarakat di Kecamatan Kepahiang, belum lama ini. (Foto/Istimewa)

Kepahiang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang, Provinsi Bengkulu, tetap menjadikan sektor pertanian dan perkebunan dalam arti luas sebagai prioritas pembangunan di kabupaten pemekaran dari Kabupaten Rejang Lebong ini guna mengingkatkan kesejahteraan masyarakat petani daerah ini.

Hal ini dilakukan Pemkab Kepahiang karena lebih dari 60 persen masyarakat daerah ini mengantungkan hidup dari hasil pertanian dan perkebunan. Mayoritas masyarakat daerah ini mengembangkan tanaman kopi, lada, tanaman padi, tanaman sayur-mayur dan tanaman pertanian dan perkebunan lainnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Kepahiang dibawah kepemimpinan Bupati Hidayatullah Sjahid dalam kurun waktu 2016-2020 terus meningkatkan pembangunan di sektor pertanian dan perkebunan agar kegiatan pertanian masyarakat daerah ini dapat berjalan lancar, dan hasi panen petani dapat meningkat secara signifikan.

Soalnya, jika hasil panen tanaman pertanian dan perkebunan masyarakat Kepahiang terus meningkat, maka secara otomatis pendapatan petani juga meningkat. Dengan meningkatnya penghasilan atau pendapatan petani, maka kesejahteraan para petani juga membaik sesuai harapan.

Pemkab Kepahiang dalam kurun waktu hampir lima tahun (2016-2000), terus meningkatkan sarana dan prasaraan pendukung di sektor pertanian dan perkebunan di daerah ini, di antaranya membangun gedung rumah pemotong hewan (RPH), melakukan perbaikan gedung balai benih dan holtikultura, renovasi gedung BP3K, pengadaan bibit kentang benih sebar seluas 10 hektare, pengadaan bibit nangka sebanyak 1.000 batang, dan pengadaan pupuk organik dan pengembang desa organik.

Selanjutnya pengadaan pupuk dan pestisida untuk perasatan tanaman jeruk, pengadaan pupuk dan pestisida perawatan tanaman kentang, membuat demplot tanaman bawang, pengadaan kontruksi jaringan air bawah tanah, pengadaan DAM Parit, pembuatan embung, pengadaan mesin kopi basah, pengadaan mesin pengelolah kopi kering dan pengadaan alat pasca panen.

Baca Juga :  Rapat Paripurna DPRD Kepahiang,Tindak Lanjut LHP BPK RI

Selain itu, melakukan pengadaan mata entres penyambung kopi tahap I dan tahap II, pengadaan bibit lada, pengadaan pupuk organik sebanyak 10.000 kg, pembangunan jalan produksi, pemelihataan kebun demplot dan kebun entres, membuat jalan usaha tani dan pembangunan gudang pestisida.

Pemkab Kepahiang melakukan pengadaan kambing PE sebanyak 175 ekor, pengadaan sapi betina sebanyak 21 ekor, pengadaan ternak entok sebanyak 703 ekor, pengadaan sapi bali betina dan jantan sebabyak 36 ekor, dan pengadaan sapi brahmana betina sebanyak 13 ekor.

Selanjutnya Pemkab Kepahuang membangun jaringan irigasi tersier seluas 200 hektare, melakukan penangkaran bawang merah seluas 5 hektare, melakukan penangkaran dan pengembawang bawah merah seluas 30 hektare, pengembangkan cabai merah panjang kriting seluas 100 hektare, melakukan pelatihan petani dan pelaku agribisnis sebanyak 150 orang, pengadaan bibit jagung manis seluas 13,4 hektare, dan pengadaan bibit kentang sebanyak 2.700 kg.

Melaksanakan pembuatan kontruksi dam parit, pembuatan embung, pepengadaan kontruksi jalan produksi, pengadaan alat pendukung pasca panen 10 unit, pembuatan entres penyambung kopi sebanyak 640.200 sambung, pengadaan pupuk organik kopi sambung untuk 1.014,5 hektare, pembangunan jalan produksi, pembuatan gedung pengerng bawang merah dan pengadaan sapi jantan bali sebanyak 14 ekor.

Pemkab Kepahiang juga menyalurkan bantuan bawah merah dan bawah putih kepada petani di daerah seluas masing-masing 50 dan 25 hektare, bantuan bibit cabe seluas 100 hektare, bantuan bibit jeruk 14 hektare, bantuan alat pertanian berupa mesin traktor tangan sebanyak 15 unit, pembuatan embung pertanian, rehabilitasi jaringan irigasi tersier kapasitas 700 haktare dan pembuatan jalan produksi.

Baca Juga :  Jalan Diseputar Taman Santoso Kepahiang Ditambal Sulam

Melakukan peningkatan produksi, produktivitas dan mutu produk pertanian dan perkebunan, pembuatan jalan produksi, meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan atau Mountain Vellery Festival), membanguna fasilitas pembibitan ternak dan pendistribusian bibit ternak kepada para peternak setempat.

Selain itu, Pemkab Kepahiang juga melakukan pembuatan jalan usaha tani, pembagunan jaringan irigasi air tanah, pembuatan pintu air, pembuatan saung kopi, pembuatan kandang kambing, pembuatan gedung tempapt pengeringan bawang merah, membentuk koperasi pedagang ikan Kepahiang dan pembuatan kebun bibit desa kelompok rumah pangan lestari.

Bupati Hidayatullah kepada SP, di Bengkulu, Sabtu (4/9) mengatakan, pembagunan sarana dan prasarana pertanian dan perkebunan yang telah dilakukan Pemkab Kepahiang, selama 2016-2020 tersebut, tersebar di delapan kecamatan yang ada di daerah ini.

Bahkan, sarana dan prasarana pertanian dan perkebunan yang dibangun Pemkab Kepahiang tersebut, sudah dinikmati masyarakat daerah ini, khususnya para petani tanaman pangan dan perkebunan yang tersebar di 8 kecamatan, yakni Kecamatan Kabawetan, Kecamatan Tebat Karai, Kecamatan Ujan Mas, Merigi, Seberang Musi, Muara Kemumu, Ujan Mas, dan Kecamatan Kepahiang.

“Program pembangunan di sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Kepahian, akan terus kita tingkatkan ke depan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani yang ada di delapan kecamatan tersebut,” ujar mantan Kanwil Kehutanan Provinsi Bengkulu ini.

Sumber:BeritaSatu.com

  • Bagikan