Mentri Tito Persilakan Paslon Jadikan Masker Alat Kampanye Pilkada

  • Bagikan
7e6d5bed tito karnavian 169

Jakarta — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menargetkan 54 juta lembar masker dibagikan pasangan calon Pilkada Serentak 2020 selama masa kampanye. Tito mendorong para calon kepala daerah menjadikan masker dan hand sanitizer sebagai alat peraga kampanye (APK).

Ia mempersilakan para kandidat menempelkan foto, nomor urut, dan nama mereka di masker dan hand sanitizer yang menjadi bagian protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 tersebut untuk dibagikan ke masyarakat.

Tito menyebut, target 54 juta masker dan hand sanitizer itu berdasarkan 540 pasangan calon yang akan berlaga di Pilkada Serentak tahun ini.

“Saya berpikir kalau setiap pasangan calon, 270 daerah kali dua saja 540 pasangan calon, mengeluarkan 100 ribu saja masker, berarti ada 54 juta masker yang beredar di masyarakat,” kata Tito dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8).

Baca Juga :  Pasangan Suami Istri Lapor SPT, Dipisah atau Digabung Ya?

Mantan Kapolri itu mengaku sudah meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengatur kampanye lewat alat kesehatan. Ia berharap penanganan Covid-19 jadi isu sentral dalam pilkada kali ini.

Tito juga berkata penggunaan alat kesehatan sebagai sarana kampanye juga bagian dari gerakan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Selain bisa untuk mengangkat elektabilitas dan popularitas pasangan calon, juga bermanfaat untuk pengendalian pandemi Covid-19 di daerah itu,” tuturnya.

Baca Juga :  Aturan Turunan UU Ciptaker Dibahas Lagi, Berikut Kata Puan

Ide penggunaan alat kesehatan sebagai APK Pilkada Serentak 2020 sebelumnya telah jadi bahasan dalam pertemuan antara Tito dan Ketua KPU Arief Budiman di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (30/7).

Arief menyetujui usulan itu. Tito dan KPU pun telah mengonsultasikannya dengan Komisi II DPR RI pada Senin (24/8). Aturan itu kemudian dimasukkan dalam Peraturan KPU.

“Dulu orang biasanya cetak kaos, topi, sudah kami masukan juga mencetak hand sanitizer, kemudian makser, face shield itu diperbolehkan,” kata Arief dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/).


[CNNIndonesia]

  • Bagikan