Denda Rp 100 Ribu Sampai 2,5 Juta Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan di Provinsi Bengkulu

  • Bagikan
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat diwawancarai terkait penerapan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19, Rabu (26/08/2020). (ANTARA/Carminanda)
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat diwawancarai terkait penerapan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19, Rabu (26/08/2020). (ANTARA/Carminanda)

Bengkulu — Pemerintah Provinsi Bengkulu akan menerapkan sanksi denda bagi masyarakat melanggar protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19, besaran denda yang akan diberlakukan mulai dari Rp100 ribu hingga Rp2,5 juta .

Gubernur Bengkulu akan segera mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai payung hukum penerapan sanksi bagi masyarakat yang tak mematuhi protokol kesehatan tersebut.

Pergub sudah jadi dan mudah-mudahan dalam dua atau tiga hari ke depan akan saya tandatangani, nanti untuk detilnya akan kita sampaikan dalam konferensi pers,” ucap Rohidin Rabu (26/8/20).

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bengkulu Murlin Hanizar menyebut penerapan sanksi itu nantinya terbagi dalam dua kelompok yaitu untuk masyarakat umum dan perusahaan.

Baca Juga :  Dianiaya Kades, Wartawan Bengkulu Utara Lapor Polisi

Sanksi yang akan diberikan bagi masyarakat umum yang melanggar protokol kesehatan yakni mulai dari teguran lisan, sanksi kerja sosial dan denda Rp100 ribu.

Sedangkan bagi perusahaan yang melanggar tidak menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerjanya akan dikenakan sanksi mulai dari teguran tertulis, denda Rp2,5 juta bahkan sanksi penutupan sementara.

Kita bukan mengharapkan uang denda itu tetap agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan sehingga angka penularan bisa terus kita tekan,” ujarnya.

Baca Juga :  Update Covid-19 Bengkulu : Bertambah 5 Kasus Positif

Selain itu, Murlin memastikan ketika Pergub tentang kewajiban menerapkan protokol kesehatan bagi seluruh kalangan masyarakat itu telah dikeluarkan, pihaknya akan memperluas jangkauan patroli pengawasan protokol kesehatan di area publik.

Karena itu ia mengimbau seluruh masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan terutama menggunakan masker, menjaga jarak atau tidak membuat kerumunan, mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Intinya, apapun aktivitas kita tetap harus mematuhi protokol kesehatan, terutama saat melakukan aktivitas di ruangan, kalau daya tampungnya 200 orang, ya, jangan dibuat lebih,” demikian Murlin.


[Antara/carminanda]

  • Bagikan