Tirto.id Konsultasi dengan LBH dan Dewan Pers, Terkait Peretasan Situsnya

  • Bagikan
542637ad images 40

Nasional — terkait peretasan yang dialami situs tirto.id beberapa waktu lalu, Pemimpin Redaksi Tirto.id Sapto Anggoro mengungkapkan, pihaknya tengah berkonsultasi dengan LBH Pers dan Dewan Pers

“Sedang konsultasi dengan teman-teman di LBH Pers,” ujar Sapto dilansir Kompas.com, Senin (24/8/2020).

“Selain itu, nanti malam kami juga akan konsultasi dengan kawan-kawan dari Dewan Pers,” kata dia.

Dijelaskan Sapto, hasil dari konsultasi terhadap dua lembaga yang selama ini concern terhadap advokasi media, nantinya dapat menjadi modal untuk menentukan langkah selanjutnya.

Ia menuturkan, dalam konsultasi tersebut, pihaknya juga akan menyodorkan sejumlah bukti peretasan. Misalnya, beberapa kronologi dan informasi kegiatan login aplikasi yang ada di server.

Baca Juga :  11,95 Juta Pekerja Sudah Dapatkan BLT Corona

Di satu sisi, langkah tersebut juga sebagai sinyal kepada siapa pun, bahwa permasalahan peretasan sangat genting.

Juga buat kawan-kawan media yang lain, yang kritis dalam melihat setiap masalah berkaitan dengan upaya kontrol sosial,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan kepada para pelaku peretasan agar menghormati pengelola media.

Sebab, website dan seisinya merupakan rumah media yang memiliki pertanggungjawaban dan legalitas.

Sapto menuturkan, jika ada pihak yang tidak suka dengan kontennya, sebaiknya melalui jalur resmi, seperti permintaan hak jawab atau bisa melalui Dewan Pers.

“Itu cara yang beradab, bukan cara-cara memasuki wilayah kami tanpa izin,” kata dia.

“Sebab, kalau konten Tirto dianggap kritis, adalah bagian dari amanat undang-undang pers dalam konteks sebagai kontrol sosial yang kita emban,” ujar Sapto.

Baca Juga :  Waduh Mulai 1 Januari, Belanja di Snapchat Cs Kena Pajak 10 Persen

Tirto.id beberapa waktu lalu diketahui mengalami peretasan seperti yang dialami Tempo.co.

Adapun, Pemimpin Redaksi Tempo.co Setri Yasra, menuturkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan kajian internal untuk mengambil langkah selanjutnya usai situs Tempo.co diretas.

“Soal langkah-langkah yang akan diambil pasca-peretasan, kami masih terus mendiskusikannya. Sedang menimbang dan belum sampai pada satu keputusan,” udap Setri.

Selain media, peretasan juga pernah dialami aktivis dan akademisi yang sering mengkritik kinerja pemerintah.

Misalnya saja, peretasan yang dialami aktivis Ravio Patra dan pakar epidemiologi Pandu Riono.


Editor AG

[Kompas]

  • Bagikan