Penerima Kartu Prakerja Masih Kesulitan Beli Pelatihan, Ini Penjelasannya

  • Bagikan
570af8e6 penerima kartu prakerja masih kesulitan beli pelatihan ini penjelasannya

CR — Sejumlah warganet yang menerima program Kartu Prakerja mengaku kesulitan saat akan membeli pelatihan sejak beberapa hari yang lalu.

Beberapa di antaranya, mengunggah keluhan mereka karena tak bisa memilih paket pelatihan Prakerja sejak tiga hari yang lalu di media sosial Twitter.

Salah satu keluhan itu ditulis akun @AnggaAGP pada Minggu (23/8/2020) pukul 5:39.

“Mohon penjelasanya Bapak/Ibu dari @KemnakerRI sudah 3 hari ini saya tidak bisa memilih paket pelatihan kartu prakerja, keteranganya selalu paket kursus tidak ditemukan. Apakah memang saat ini sedang gangguan atau bagaimana?” tulis akun itu.

Sementara itu, akun @qurniasariwanda mengaku tak bisa melakukan pembayaran untuk pelatihan yang diinginkan.

“@PrakerjaId min kok saya gak bisa melakukan pembayaran via kartu prakerja untuk kursus yang saya minati ya? Tolong pencerahannya. Thanks,” tulisnya.

Penjelasan Manajemen Kartu Prakerja

Menanggapi keluhan itu, Head of Communications Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Louisa Tuhatu mengatakan sejumlah masalah yang dialami penerima Kartu Prakerja berkaitan dengan penyesuaian sistem.

Proses ini ditargetkan akan rampung pada akhir Agustus 2020 mendatang.

“Kalau dari sisi PMO, kami memang masih terus melakukan penyesuaian dan integrasi sistem sesuai amanat Permenko Nomor 11 Tahun 2020. Ditargetkan pada akhir Agustus ini sistem dapat berjalan lancar,” kata Louisa kepada Kompas.com, Sabtu (23/8/2020).

“Sebenarnya gangguan yang terjadi tidak selalu terkait dengan integrasi sistem. Penerima Kartu Prakerja perlu mengikuti dan memahami step-step yang diberikan oleh platform yang dipilihnya,” sambungnya.

Menurutnya, Permenko Nomor 11 Tahun 2020 mengharuskan manajemen pelaksana untuk menyesuaikan sistem pelaksanaan, termasuk juga jenis-jenis pelatihan yang bisa ditawarkan.

Permenko Nomor 11 Tahun 2020 juga disusun dengan mengakomodasi usulan-usulan dari berbagai stakeholders agar tata kelola Kartu Prakerja menjadi lebih baik.

Louisa pun memastikan semua pelatihan yang ditampilkan pada platform sudah diverifikasi dan aktif.

Selain itu, sampai saat ini pihaknya juga belum menemukan kendala terkait adanya masalah kuota pelatihan yang disebut menjadi salah satu penyebab kesulitan pembelian pelatian.

Jika penerima Kartu Prakerja masih menemui kendala dalam pembelian pelatihan, dia menyarankan untuk memberi jeda sesaat sebelum mencoba kembali.

“Mungkin keluhan peserta itu terjadi kemarin dan ketika ada masalah sesaat dengan sistem. Kalau ada kendala dalam pembelian pelatihan, beri waktu sesaat sebelum mencoba lagi,” jelas dia.

Untuk diketahui, pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 5 telah ditutup hari ini, Minggu (23/8/2020) pukul 12.00.

Sama seperti gelombang 4, 800.000 orang akan dipilih untuk menerima Kartu Prakerja pada gelombang 5 ini.


AG

[Kompas]

Baca Juga :  VIRAL Bikin Heboh Warga Priok, Polisi Pastikan "Nasi Anjing" Halal Dimakan
  • Bagikan