Puskesmas Ujan Mas Ditutup Hingga Batas Waktu Yang Belum Ditentukan

  • Bagikan
ilustrasi Puskesmas Ujan Mas Ditutup Hingga Batas Waktu Yang Belum Ditentukan
ilustrasi Puskesmas Ujan Mas Ditutup Hingga Batas Waktu Yang Belum Ditentukan

Kepahiang — Dinkes Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu menutup layanan kesehatan di puskesmas Ujan Mas hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Keputusan itu tidak lain dikarenakan imbas dua pasien Terkonfirmasi positif Covid-19 asal Desa Suro Baru Kecamatan Ujan Mas NP (52) dan Istrinya ID (44).

ID sendiri tercatat sebagai bidan yang bertugas di Puskesmas Ujan Mas. Kadis Kesehatan Kabupaten Kepahiang Tajri Fauzan, SKM, MSI, Kamis (20/8/20) menyampaikan jika 36 petugas medis di puskesmas Ujan Mas harus menjalani proses isolasi mandiri karena ikut berpotensi terpapar dari pasien 12 dan 13.

“ID dinyatakan positif terpapar Covid-19 berdasarkan pemeriksaan sample swab,” ungkap Tajri.

Baca Juga :  UPdate Status Covid-19 Jumat 24 April 2020

PEnutupan layanan medis di puskesmas dilakukan lantaran beberapa hari sebelum dinyatakan positif Covid-19, pasien ID masih sempat bekerja dan melakukan kontak dengan petugas medis lainnya.

“Catatan sementara kami, ada 36 tenaga medis Puskesmas sudah melakukan kontak erat dengan pasien, maka dari itu mereka harus melakukan isolasi. Jadi sementara Puskesmas Ujan Mas terpaksa ditutup,” Ujar Tajri.

Pemeriksaan swab terhadap puluhan tenaga medis akan dilakukan setelah libur nasional berakhir.

“Sekarang mereka sudah melakukan isolasi secara mandiri. Secara bergantian, semuanya akan kami periksa,” jelas Tajri.

Sebagai bidan, ID diketahui juga membuka pelayanan medis sendiri di kediamannya. Berdasarkan hal itu, selain tenaga medis di Puskesmas Ujan Mas, Treacing Dinkes juga akan meluas terhadap masyarakat yang pernah memperoleh pelayanan kesehatan di klinik pasien.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Kepahiang Mulai Membaik

“Kalau yang menggunakan pelayanan kesehatannya pasti banyak. Tapi yang menjadi sasaran treacing kami hanya mereka yang baru-baru ini saja,” kata Tajri.

Mengenai Kluster penularan pasien positif ke 12 dan 13 ini, pihaknya belum mengetahui secara pasti.

Dinkes masih melakukan penelusuran riwayat kontak dan perjalanan pasien.

“Sementara asal usul penularannya belum diketahui dan masih kami selidiki,” Tutup Tajri.


Editor AG

[Dilansir RadarKepahiang]

  • Bagikan