Surabaya Jadi Zona Merah Lagi, Mobilitas Warga Jadi Sorotan Pakar

  • Bagikan
dccf5fd8 2afa 41b9 a414 bfabf08840e0 169

Usai berstatus zona oranye selama dua pekan, Kota Surabaya kini kembali berstatus sebagai zona merah atau risiko penularan Virus Corona (Covid-19) tinggi.

Hal itu diketahui dari peta risiko pada situs resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional, yang diperbarui per 16 Agustus. Nampak, zonasi Surabaya menampilkan warna merah.

“Kemarin Surabaya sudah berada di zona oranye. Setelah di zona merah cukup lama, lalu sempat oranye dua minggu. Sekarang kembali lagi ke merah,” kata Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dr Windhu Purnomo, dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (19/8).

Ia mengatakan kembalinya Surabaya menjadi zona merah lantaran tingginya aktivitas dan pergerakan warga yang diduga abai pada protokol kesehatan, selama 7-14 hari lalu.

Baca Juga :  Kejagung Bantah Viral Pengakuan Jaksa Disuap Terkait Rizieq

“Kondisi saat ini akibat penularan yang terjadi di 7-14 hari yang lalu. Sebabnya macam-macam, yang jelas karena ada pergerakan warga dan aktivitas warga yang tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan, dan ini juga terkait dg kebijakan pemerintah. Ditelusuri balik saja,” katanya.

Kembalinya Surabaya menjadi zona merah penularan corona itu, kata Windhu, juga menunjukkan bahwa kondisi daerah-daerah di Jatim masih belum aman.

“Kondisi epidemiologis Covid-19 di Surabaya dan daerah-daerah lain masih sangat fluktuatif dan pada kondisi yang tidak aman,” ujarnya.

Menurutnya, zonasi yang relatif termasuk aman adalah zona kuning, dan hijau. Itupun harus stabil selama dua hingga empat pekan secara berturut-turut.

Baca Juga :  KPAI Bentuk Dewan Etik Terkait Pernyataan Kontroversial Sitti Hikmawatty

“Zona relatif agak aman adalah apabila kuning dan aman bila hijau, itu pun kalau sudah stabil sekitar empat minggu berturut-turut tidak pernah melonjak ke oranye apalagi merah,” katanya.

Jika suatu daerah masih berstatus zona oranye, dia menyebut semua aktivitas warga yang tak perlu seharusnya dihentikan sementara.

“Pada kondisi yang masih tidak aman seperti ini, pada dasarnya seharusnya semua pergerakan dan aktivitas yang tidak esensial, yang menyangkut hajat hidup masyarakat: kesehatan, kebutuhan pokok, energi, tidak diaktifkan dulu,” katanya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim, kasus kumulatif corona di Surabaya saat ini tercatat sebanyak 11.019. Sebanyak 8.109 telah dinyatakan sembuh, dan 869 lainnya meninggal dunia.

(frd/arh|CNNIndonesia)

  • Bagikan