Dua Napi Lapas Curup Berhasil Menipu Wanita NTB hampir 1 Miliar

PENIPUAN: Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol. Sudarno, S.Sos, MH didampingi Kasubdit Siber Polda Bengkulu Kompol. Yusup Tauziri menjelaskan kasus penipuan yang melibatkan Napi Lapas Curup dengan korban wanita Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). (foto: hasrul/rb)
PENIPUAN: Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol. Sudarno, S.Sos, MH didampingi Kasubdit Siber Polda Bengkulu Kompol. Yusup Tauziri menjelaskan kasus penipuan yang melibatkan Napi Lapas Curup dengan korban wanita Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). (foto: hasrul/rb)
Realshtmobi | Shorten your link and earn money

BENGKULU – Dua narapidana (Napi) yang sedang menjalani hukuman di Lapas Klas IIA Curup berinisial SPR dan HRS, berhasil meraup keuntungan dengan cara menipu wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) berinisial MD (46). Kejadian ini diketahui setelah diungkap Subdit Siber Polda NTB bekerja sama dengan Subdit Siber Polda Bengkulu.

Baca Juga :  ODP Baru Bengkulu bertambah 6 orang Lagi

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol. Sudarno, S.Sos, MH didampingi Kasubdit Siber Polda NTB Kompol. Yusup Tauziri mengatakan, kejadian berawal saat adanya laporan korban MD ke Polda NTB yang mengaku telah ditipu oleh SPR dan HRS. Modusnya, tersangka ini mengaku sebagai anggota Polri dengan menawarkan kerja sama bisnis ternak ayam.

Lapak Somplaq | Pusatnya Fashion Terlengkap
Baca Juga :  Pemotongan TPG dan THR Akan Dikembalikan PGRI Bengkulu

Dari komunikasi tersebut, tersangka berhasil meminta uang kepada korban secara bertahap hingga total yang telah dikirim sebanyak hampir Rp 1 miliar atau persisnya Rp 994 juta.

Uang tersebut dikirim secara bertahap,” kata Yusup Tauziri, Rabu (19/8).

Baca Juga :  Warga etnis Tionghoa di Bengkulu Menyumbang ribuan APD

Yusup mengatakan, pihaknya sudah menetapkan kedua Napi tersebut sebagai tersangka dalam pasal berlapis yakni pasal 378 KUHP tentang penipuan. Selain itu juga bakal dijerat undang-undang ITE dan juga tentang pemalsuan data karena tersangka mengaku anggota Polri.


Editor AG

Dilansir Rakyatbengkulu