Diduga Ada Keterlibatan Oknum Pegawai Lapas terkait Napi Tipu Wanita NTB

DIPERIKSA: Tersangka SPR dan HRS saat diperiksa terkait kasus penipuan dengan nilai kerugian hampir Rp 1 miliar. (foto: ist/rb)
DIPERIKSA: Tersangka SPR dan HRS saat diperiksa terkait kasus penipuan dengan nilai kerugian hampir Rp 1 miliar. (foto: ist/rb)
SafelinkU | Shorten your link and earn money

BENGKULU – Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol. Sudarno, S.Sos, MH didampingi Kasubdit Siber Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Kompol. Yusup Tauziri menegaskan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi-saksi atas dugaan penipuan yang melibatkan dua narapidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Curup berinisial SPR dan HRS.

Baca Juga :  Jelang New Normal Pemkab dan Pemkot Bengkulu Diminta Gelar Rapid Test Massal

Polisi menduga, dalam menjalankan aksinya tersebut tak hanya dua tersangka ini. Akan tetapi juga ada indikasi yang melibatkan oknum pegawai Lapas.

Sekarang masih saksi, namun kita terus mendalami ada keterlibatan dari pegawai Lapas ini,” kata Yusup, Rabu (19/8).

Baca Juga :  Selama Masa Pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan Tetap Beri Pelayanan

Yusup mengatakan, saat komunikasi dengan korban melalui video call, para tersangka ini mengaku sebagai anggota Polri. Bahkan di dalam video tersebut tampak tersangka berada di ruangan bagus yang lengkap dengan wallpaper dinding layaknya ruangan kerja polisi. Bukan di ruang sel tahanan.

Setelah kami periksa, ternyata ruangan yang digunakan itu ada di dalam Lapas,” tambahnya.

Baca Juga :  Dewan Datangi SDIT Rabbani Bengkulu, Minta KBM Tatap Muka Dihentikan

Kasus ini berhasil diungkap setelah Subdit Siber Polda NTB menerima laporan korban MD (46) wanita Lombok Provinsi NTB melapor telah ditipu tersangka. Kerugian yang dialami korban mencapai Rp 994 juta.


Editor AG

Dilansir Rakyatbengkulu