Pendaftar Gelombang IV Kartu Prakerja Melebihi Kuota

  • Bagikan
eaea0556 images 2

Nasional — Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja menyebut pendaftar gelombang IV Kartu Prakerja lebih dari 800 ribu orang. Itu berarti, jumlah pendaftar melebihi kuota yang ditetapkan oleh pemerintah di gelombang IV yakni 800 ribu orang.

Head of Communication PMO Kartu Pra Kerja Louisa Tuhatu mengatakan angka pendaftar itu terus terus bergerak.

“Karena itu kami baru akan memberi update mengenai jumlah pendaftar pada saat penutupan pendaftaran beberapa hari lagi,” ujarnya, Senin (10/8).

Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang IV dibuka sejak pekan lalu, tepatnya Sabtu (8/8) pukul 12.00 WIB. Pendaftaran dibuka setelah sempat tertunda sejak Mei lalu.

Baca Juga :  Gugus Tugas RI Sebut Pemotret Jenazah Corona Tak Beretika

Namun, Louisa belum dapat merincikan asal pendaftar mandiri maupun usulan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Pasalnya PMO belum melakukan rekonsiliasi data.

“Untuk data detailnya belum bisa kami berikan sekarang karena pendaftaran masih berjalan,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja Rudy Salahudin mengatakan jika kuota 800 ribu tersebut terpenuhi, maka target jumlah peserta Kartu Prakerja tahun ini sebanyak 5,6 juta orang bisa tercapai di Oktober mendatang.

“Jadi kuota ini sudah ditetapkan sebesar 800 ribu per batch (gelombang) ke depannya akan tetap 800 ribu kecuali ada keputusan lain yang ditetapkan oleh komite,” katanya beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Dukcapil Tak Respon Permintaan Layanan Online Kena Sanksi Kemendagri

Namun, pemerintah akan memprioritaskan peserta yang merupakan usulan peserta dari Kemnaker. Mereka yang masuk dalam usulan itu adalah para korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga karyawan yang dirumahkan akibat Covid-19 sebanyak 2,1 juta orang. Porsinya, sebesar 80 persen dari kuota 800 ribu, atau setara 640 ribu orang.

Untuk diketahui, peserta kartu pekerja mendapatkan total manfaat senilai Rp3,5 juta. Terdiri dari, biaya pelatihan ditetapkan sebesar Rp1 juta per peserta. Lalu, dana insentif sebesar Rp600 ribu per peserta per bulan selama empat bulan dan insentif survei sebesar Rp50 ribu per peserta per bulan selama tiga bulan.

Editor AG

CNNIndonesia

  • Bagikan