Diduga Bunuh Diri, Ternyata….

  • Bagikan
0bfdef58 pembunuhan

BENTENG – Tewasnya Yusup Hariadi (27) yang bekerja sebagai petani kopi dan sempat diduga bunuh diri pada Kamis (6/8) lalu di Desa Pagar Jati Kecamatan Merigi Sakti, akhirnya terungkap.

Satuan Reskrim Polres Bengkulu Tengah melakukan penyelidikan lebih dalam. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, ternyata Yusup Hariadi dibunuh oleh istrinya sendiri.

Waka Polres Bengkulu Tengah, Kompol. Abdu Arbain menjelaskan, penyelidikan dilakukan setelah adanya keganjilan terhadap korban tewas. Ada bekas luka memar di bagian kepala korban.

Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan otopsi terhadap korban, ternyata terbukti kalau memang korban ini meninggal dunia karena ada tindakan kekerasan dan kehabisan oksigen.

Baca Juga :  5.488 KK Penerima Bantuan Kabupaten Kepahiang Diragukan

Setelah melakukan penyelidikan dan ditemukan beberapa bukti adanya kekerasan, kita langsung meminta keterangan dengan sang istri. Setelah kita memanggil dan minta keterangan, akhirnya sang istri mengakui kalau meninggalnya suaminya tersebut, memang perbuatan dari dirinya sendiri,” ungkapnya, Senin (10/8).

Kronologi pembunuhan ini, sang istri memukul kepala bagian belakang suaminya dengan menggunakan batang kopi. Setelah sang suami pingsan, barulah tersangka ini mencekik leher suaminya menggunakan kain yang ada di pondok tersebut.

Kalau kita tanyakan kepada tersangka ini, ia membunuh karena faktor ekonomi dan kesal terhadap suami. Karena selama ini kalau sang suami menjual hasil panen kopi, tidak pernah diserahkan kepada tersangka dan uangnya selalu habis. Kemudian saat menerima BLT, suaminya juga tidak pernah memberikan kepada tersangka tersebut,” terangnya.

Baca Juga :  700 Polisi Disiagakan di Kantor KPU Provinsi Bengkulu, Pascapenetapan Calon Kepala Daerah

Atas perbuatannya, maka tersangka akan dikenakan pasal 340 atau 338 KUHP pidana atau juga dikenakan pasal 44 ayat 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004.

Ancaman hukuman yang diberikan, seumur hidup atau 20 tahun dan bisa juga hukuman mati,” tutup Abdu.

Editor AG

DILANSIR Rakyatbengkulu.com

  • Bagikan