Dua Pemilik Akun Facebook Terancam 6 Tahun Penjara

  • Bagikan
dua pemilik akun facebook terancam 6 tahun penjara
dua pemilik akun facebook terancam 6 tahun penjara

Terancam 6 Tahun Penjara

Kepahiang — Laporan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Kepahiang Mulai diselidiki Pihak Kepolisian. Hal itu dipastikan Kapolres Kepahiang AKBP Suparman, SIK, MAP melalui Kasat Reskrim AKP Umar Fatah, SH, MH.

Meski masih dalam tahap penyelidikan, Kamis (6/8/20) Umar mengatakan pemilik akun facebook Andie Robusta dan Adek Panghelen yang membuat postingan miring terkait Covid-19, berpotensi dipidana dengan hukuman maksimal 6 tahun.

Setelah menerima laporan dari Gugus Tugas, pihaknya langsung melakukan upaya penyelidikan. Tak hanya pelapor sejumlah saksipun mulai dipanggil untuk dimintai keterangan. Pihaknya meyakinkan jika perkara ini akan diusut sampai tuntas.

Baca Juga :  Dinsos dan PMD Kepahiang di Geledah Kejari

“Perkara tetap lanjut dan laporan ini akan terus kami usut. Saat ini selain mengumpulkan informasi dan barang bukti, tim juga diturunkan untuk melakukan penyelidikan,” terang Umar Fatah.

Pemilik Akun Facebook Dipanggil

Dalam menindaklanjuti laporan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kepahiang, Senin (10/8/20) pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap 2 pemilik akun facebook Andie Robusta dan Adek Panghelen yang statusnya sebagai terduga pelaku.

Dalam pemanggilan ini nanti, Umar Fatah menjelaskan jika keduanya akan dimintai keterangan sebagai terlapor terkait postingan di dinding facebook yang dinilai menyinggung dan menjurus kepada tim Gugus Tugas Covid-19.

Baca Juga :  Listrik Padam Di 2 Kecamatan, Ini Alasan PLN Kabupaten Kepahiang

“Untuk langkah selanjutnya kita lihat saja dahulu, nanti kesimpulan dari keterangan masing-masing saksi dan terlapor,” jelas Umar Fatah.

Meski demikian, Umar Fatah mengungkapkan untuk sementara kedua pemilik akun Facebook ini diduga sudah melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) nomor 45 pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

“Sementara yang disangkakan UU ITE, selanjutnya kita lihat hasil penyelidikan yang masih dilakukan anggota,” Tutup Umar Fatah


Berita Sebelumnya : Gugus Tugas Covid-19 Kepahiang Laporkan 2 Pemilik Akun Facebook

Editor AG

[RadarKepahiang]

  • Bagikan