Perpustakaan Desa Makin Ditinggalkan

  • Bagikan
H. Muhdi, M.Pd kepala dinas perpusda kabupaten kepahiang
H. Muhdi, M.Pd kepala dinas perpusda kabupaten kepahiang

Kepahiang Angka minat membaca di Kabupaten Kepahiang makin memprihatinkan. Dengan gelontoran ADD/DD yang ada, perhatian untuk menyediakan perpustakaan Desa sangatlah kecil. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepahiang selaku leading sector pun sejauh ini tidak bisa berbuat banyak.

Setiap Desa melaksanakan Musrenbang, OPD terkait tak pernah dilibatkan. Kadis Perpusda Kabupaten Kepahiang H. Muhdi, M.Pd, tak menampik kondisi tersebut.

” Harapan kami, dilibatkan setiap musrenbang baik tingkat desa hingga kecamatan agar dapat menyampaikan soal perpustakaan desa,” Ujar Muhdi, Senin (3/8/20).

Berdasarkan catatannya, hanya beberapa desa saja yang memiliki perpustakaan. Sebagai gambaran, saat lomba perpustakaan desa digelar hanya beberapa desa yang mengikuti seperti Desa Permu Bawah, Suro dan Bogor Baru. Padahal lomba perpustakaan desa digelar tingkat nasional.

“Jika di Desa ada perpustakaan, maka akan meningkatkan minat baca pada anak dan juga warga,” Kata Muhdi.

Keberadaan perpustakaan Desa sangatlah penting karena dapat meningkatkan literasi. Desa dapat memanfaatkan Dana Desa untuk menyediakan perpustakaan Desa.

Perpustakaan desa dapat menjadi pusat ilmu pengetahuan dan informasi baru bagi warga untuk meningkatkan harkat hidupnya baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Sayangnya kebutuhan membaca buku belum di anggap hal yang penting dan dianggap sebagai aktivitas yang hanya pantas dilakukan orang-orang terpelajar saja.

“Kedepan, Jika Pemdes memiliki inisiatif membangun perpustakaan desa, kami siap mengkoordinir pengelola dan mendistribusikan buku,” tutup Muhdi. (AG)

  • Bagikan