Kades Bunuh Diri, Pesan Terakhir Membuat Miris

Nasional — Kabar mengejutkan datang dari Sulawesi Barat, Pelipus Seorang Kepala Desa ditemukan Tak bernyawa tergantung di pohon kopi setelah izin meninggalkan rumah untuk membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) ke warganya, Senin (27/7/20).

Banyak yang menduga jika Kepala Desa Buangin, Kecamatan Rentebulahan Timur, Kabupaten Mamasa, Sulbar ini bunuh diri karena depresi terhadap berbagai persoalan yang dihadapinya. Namun hal tersebut terbantahkan setelah aparat kepolisian dan keluarga menemukan sepucuk surat berisi pesan terakhir pelipus.

Baca Juga :  Berapa Harga Vaksin Corona? Ini Penjelasannya

Berikut isi surat Pelipus kepada keluarganya;

“Pesan-pesan saya buat keluarga, kiranya apa yang terjadi pada saat ini tidak mempengaruhi hubungan atau tekanan keluarga.

Untuk istri tercinta (Elsi) jaga baik-baik Arga sama Dirga, sekolahkan dengan baik, maafkan aku yang belum bisa membahagiakan.

Buat ananda Arga/Dirga, sekolah yang baik agar tidak mengulang apa yang dilakukan bapak kalian, jangan sekali-kali masuk jalur politik karena tidak sesuai dengan ajaran agama kita.

Baca Juga :  Pemilik Bengkel di Malang Tagihan Listriknya Tembus Rp 20 Juta, PLN Tetap Minta Pelanggan untuk Lunasi!! "Ngalahin Raffi Ahmad"

Kalau kalian sudah besar nanti, jaga baik-baik ibu kalian kasihi dan sayangilah, maafkan saya, saya melakukan semuanya ini dengan sangat terpaksa karena lebih baik saya berdosa hanya satu kali lagi, dari pada tiap hari melakukan kebohongan hanya karena terpaksa.

Selamat tinggal semuanya, aku akan pergi untuk selamanya. Harapan saya semoga desa saya, daerah yang saya cintai lebih maju dan masyarakat akan sejahtera.

Baca Juga :  Pria Ini Reaktif Hamil Hasil Rapid Test, Keluarga Marah Datangi Tempat Karantina

Sekali lagi, bagi semua masyarakat saya, mohon maaf yang sebesar-besarnya atas perbuatan saya selama ini yang kurang berkenan di hati saudara-saudaraku.

Terima kasih atas dukungannya selama saya menjalankan pemerintahan saya, kiranya Tuhan mengampuni akan semua kesalahan yang terjadi selama ini dan tidak akan menjadi batu sandungan bagi pemimpin seluruh lapisan masyarakat untuk membangun kampung tercinta ini,” tulis Pelipus.

dikutip dari gelora.co * (garudapost.id)