Puluhan Saksi Diperiksa, Terkait Dugaan Tipikor ADD/DD Daspetah I

Kepahiang — Pascapenetapan status dari penyelidikan ke penyidikan, penyidik Kejari Kepahiang akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mulai pekan ini.

Saksi yang dipanggil lebih dari 1 orang dari sejumlah kalangan yang dianggap mengetahui awal mula proses pencairan ADD/DD hingga proses pekerjaan serta pertanggungjawaban ADD/DD Daspetah I Kecamatan Ujan Mas TA 2018 lalu.

Dilansir RKOnline, Minggu (26/07/2020) Kajari Kepahiang, H. Lalu Syaifudin, SH. MH melalui Kasi Pidsus, Riky Musriza, SH. MH mengatakan, dalam dugaan kasus ADD/DD Daspetah I puluhan saksi akan diperiksa.

Sejumlah saksi berasal dari pihak desa yang menjabat ditahun 2018, pihak kecamatan, pendamping desa/kabupaten, Dinas PMD, BKD Keuangan termasuk seluruh pekerja yang mengerjakan pekerjaan fisik ketika itu.

Baca Juga :  Penyaluran Bantuan Covid-19 Desa imigrasi Permu Kepahiang

“Mulai pekan ini secara bertahap saksi akan kita panggil untuk memberikan keterangannya di hadapan penyidik,” kata Riky.

Saksi yang dipanggil diharapkan bisa hadir dan memberikan keterangannya sesuai yang diketahui ketika realisasi ADD/DD Daspetah I TA 2018. Dugaan kerugian daerah sudah tercium, tinggal lagi penyidik akan melakukan pendalaman dengan menghadirkan sejumlah saksi yang dianggap mengetahui proses pencairan hingga pertanggungjawaban akhir.

Baca Juga :  Asik Pesta Sabu, Oknum Guru Asal Kepahiang Digerebek Polisi
04e5301c images 19

“Tidak perlu takut, berikan keterangan sejujur – jujurnya. Karena dalam proses akhir nantinya penyidik tidak akan meminta pertanggungjawaban kepada orang yang tidak bersalah,” sampai Riky.

Diungkapkan, dugaan Tipikor ADD/DD Daspetah I yang sekarang dalam proses teruangkap setelah pihaknya melakukan patroli di Media sosial (Medsos) dan bukan berasal dari laporan masyarakat.

Dalam proses pengawasan keuangan Kepahiang pihaknya rutin melakukan patroli di Medsos dan bekerja tidak berdasarkan laporan masyarakat saja.

“Dugaan dan indikasi pelanggaran yang diunggah di Medsos juga akan kita pantau, kalau misalnya masyarakat enggan melaporkan secara langsung. Artinya dalam bekerja, kita selaku penyidik tidak hanya diam di kantor dan menunggu laporan, tapi kerja secara online juga kita lakukan untuk memantau,” demikian Riky.

Dugaan sementara pengelolaan ADD/DD TA 2018 Desa Daspetah I daerah dirugikan ratusan juta dari total anggaran seluruhnya kisaran Rp 800 juta.

Baca Juga :  Pemkab Kepahiang Prioritaskan Pembangunan Pertanian dan Perkebunan

Modus pihak desa untuk mengambil keuntungan hampir sama dengan desa yang lainnya yang sudah terseret dengan cara mengurangi volume pekerjaan pembangunan fisik dan membuat Spj fiktif.

[RKonline]

Editor AG