Ini 5 Amalan yang Dianjurkan Rasulullah di Bulan Dzulhijjah Selain Puasa Sunnah

Islami — Berikut 5 Amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah pada bulan Dzuhijjah

1. Dzikir
Dzikir merupakan ibadah mutlak yang tak bisa dilepas dalam kehidupan sehari-hari. Bisa dikatakan dzikir sudah menjadi kebiasaan umat muslim yang digandengkan dengan ibadah sholat wajib lima kali dalam sehari. 
Sebagaimana termaktub dalam Ummul Quran dan bacaan doa lainnya. Dzikir juga merupakan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hal ini dilakukan agar umat manusia tentram dalam pertolongan dan juga lindungan-Nya. 
Berkenaan dengan bulan Dzulhijjah, dzikir menjadi amalan yang sayang untuk dilewatkan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Quran Surat Al Hajj:28)
“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…”

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, yang dimaksud hari-hari ditentukan itu adalah 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah.

Berdzikir menjadi lebih diutamakan untuk diperbanyak pada hari-hari tersebut. Dzikir bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, di antaranya menyebut dan memuji Allah, tahmid, takbir dan beristigfar.
Sebagaimana hal ini juga pernah disebutkan Rasulullaah SAW bersabda:
فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد
“Maka perbanyaklah di hari-hari tersebut dengan tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad, Shahih).
2. Membaca dan Mengkaji Al Quran 
Membaca Al Quran merupakan amalan yang juga sayang dilewatkan, jangan sampai kebiasaan ini hanya dilakukan selama bulan Ramadhan saja. 

Baca Juga :  Dihyah bin Khalifah Al-Kalabi, Pembawa Surat Rasulullah Ke Kaisar Romawi

Membaca Al Quran sangat dianjurkan diamalkan dalam keseharian. Tetapi di bulan Dzulhijjah sangat dianjurkan untuk memperbanyaknya. Sebab membaca Al Quran, bisa menjadi media kita untuk mengingat-ingat kembali perintah Allah SWT dan juga mengambil pelajaran untuk diterapkan di kehidupan kita. 
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,
القرآن أفضل الذكر
“Al Qur’an adalah sebaik-baik dzikir.” (HR. Ibnu Khuzaimah, Shahih)
Hal yang baik bila dalam waktu 10 hari awal bulan Dzulhijjah dapat mengkhatamkan bacaan Al Quran. Paling tidak Tilawah Al Quran dapat dikerjakan 3 juz setiap harinya dan jangan lupa untuk mengkaji artinya juga. 

Dalam sehari, membaca Al Quran pun dapat diamalkan setelah menunaikan shalat fardhu.
 3. Sedekah
Sedekah menjadi satu di antara banyaknya amalan yang pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. 
Menjelang Idul Adha, amalan sedekah juga diutamakan. Sedekah di bulan Dzulhijjah apalagi di hari Arafah bisa mendatangkan ramhat Allah SWT. Selain itu, ada juga keutamaan sedekah yang rugi jika sampai melewatkannya. 
Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al Quran Surat Al Munaafiquun: 10.
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِين
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkanku sampai waktu yang dekat, sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih.”

Baca Juga :  Al-Qur'an Menjawab Para Pengingkar Hari Kiamat

4. Kurban
Tentu saja amalan kurban juga menjadi bagian dari amalan Idul Adha. Dalam Quran Surat Al Kautsar: 2, Allah SWT berfirman yang artinya :

“Maka salatlah kamu untuk Tuhanmu dan berkurbanlah!.”
Kurban menjadi ibadah yang disyari’atkan dilaksanakan muslin pada bulan dzulhijjah dan dilaksanakan setahun sekali.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang salat seperi kita salat dan berkuban seperti kita berkurban, maka sungguh dia telah mengerjakan kurban dengan benar. Dan barangsiapa yang menyembelih kurbannya sebelum salat Iduladha, maka kurbannya tidak sah.” (HR. Al Bukhari).

Baca Juga :  3 Ciri Istri Yang Membawa Berkah Nomor 1 yang Paling di Dambakan

5. Haji
Pamungkas, sebagai dasar rukun islam yang disyariatkan di bulan Dzulhijjah ialah melaksanakan ibadah haji. 
Ihram untuk haji bisa dilaksanakan dalam bulan-bulan yang sudah ditentukan, yaitu syawwal, dzula’adah dan dzulhijjah. Selain bulan-bulan tersebut maka ihram untuk ibadah haji bernilai tidak sah. 
Maka hampir sebagian besar semua prosesi manasik haji dilakukan di bulan dzulhijjah. Itulah kelima amalan selain puasa sunnah yang bisa diperbanyak di bulan Dzulhijjah. Bagi yang belum mampu melaksanakan ibadah haji jangan lewatkan keempat amalan lainnya ya. 

Semoga di bulan Dzulhijjah ini kita bisa semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan rajin melaksanakan amalan sunnah-Nya.