Budidaya Belut

CRMeski kerap dikaitkan dengan air, budidaya belut membutuhkan penangan yang berbeda. Tak seperti binatang air lain, belut umumnya membutuhkan lingkungan berlumpur sebagai penunjang hidupnya. Binatang ini bahkan telah dibekali dengan 2 sistem pernafasan yang bisa membantunya bertahan dalam keadaan tersebut.

Daftar Isi

Langkah Praktis Budidaya Belut Menggunakan Drum

Pada dasarnya budidaya belut bisa dilakukan dalam 2 cara mudah, yakni menggunakan kolam semen ataupun kolam drum. Nah, jika Anda masih pemula, ada baiknya mencoba membudidayakannya menggunakan media drum terlebih dahulu. Selain mudah, biaya yang dikeluarkan juga lebih kecil. Untuk melakukannya, ikuti runtutan sebagai berikut.

1. Siapkan kolam untuk belut

Gambar Kolam Belut untuk Budidaya
gdmorganic.com

Sebagai kolam semi-permanen, penggunaan drum untuk kolam belut tentu memiliki masa tertentu. Resiko kerusakannya akan lebih cepat dibanding kolam permanen ataupun tanah. Namun, Anda bisa menghemat budget dan lebih mudah jika ingin memindahkannya.

Baca Juga :  Ternak Nila Kolam Terpal

Selain menggunakan drum, Anda juga bisa menggunakan tong, terpal, bahkan kontainer plastik. Mengingat bentuknya yang mendukung, sebaiknya Anda memilih drum saja untuk menjadi media utama. Caranya pun mudah untuk dipraktekkan, yakni;

  • Bersihkan terlebih dahulu drum yang hendak digunakan, baik bagian dalam maupun luar.
  • Buatlah lubang memanjang pada sisi atas drum.
  • Letakkan drum di tanah datar dan berikan pengganjal di sisi kiri dan kanan agar tidak terguling.
  • Buat saluran pembuangan pada bagian bawah, sementara bagian atasnya diberi peneduh agar belut tak langsung terpapar sinar matahari.

2. Membuat media pertumbuhan

Gambar media pertumbuhan Belut
gdmorganic.com

Selain menyediakan kolam, Anda juga mesti membuat media tumbuh yang baik. Media tumbuh tersebut akan menjadi cikal bakal makanan si belut. Sebaiknya dibuat nyaman layaknya habitat asli.

Untuk membuat media tumbuh yang tepat, Anda harus mengetahui tarakan yang pas masing-masing bahan. Umumnya komposisi terdiri atas pupuk kompos, TSP, lumpur kering, serta mikroorganisme starter. Agar habitatnya pas, cermati langkah berikut;

  • Letakkan jerami untuk melapisi dasar drum yang hendak dibuat kolam, setidaknya setebal 50 cm.
  • Tuangkan mikroorganisme starter yang telah disediakan pada tumpukan jerami tersebut. Takarannya adalah 1 liter mikroorganisme starter per drum. Anda bisa menggunakan jenis EM-4 ataupun lainnya yang banyak beredar di pasaran.
  • Di atasnya, tambahkan lapisan lagi berupa layer pupuk kompos atau bisa pula dengan tanah humus. Tebalnya kurang lebih mendekati 7 cm.
  • Selanjutnya, bubuhkan lumpur kering serta pupuk TSP sebanyak 5kg sebagai pelapis akhir. Ketebalan layer ini setidaknya harus 25 cm.
  • Terakhir, tambahkan air bersih hingga ketinggian 16 cm. Meski sudah jadi, namun Anda harus mendiamkan media tumbuh ini untuk berfermentasi hingga 14 hari. Tutup drum dengan rapat dan pastikan tak ada udara masuk untuk mempercepat prosesnya.
Baca Juga :  Budidaya Porang, Tanaman Bernilai Ekonomis Tinggi

3. Pilih bibit yang tepat

Gambar Memilih Bibit Belut
dayaternak.com

Dalam budidaya belut, bibit turut memiliki pengaruh besar pada hasil panen kelak. Untuk itu, Anda harus cermat memilih bibit yang baik dan sehat dari segi fisik. Jika tak punya gambaran, Anda bisa melakukan pemilihan dengan cara berikut;

  • Perhatikan ukuran belut, usahakan memilih yang ukurannya seragam. Belut memiliki kecendderungan untuk menjadi kanibal dalam keadaan terdesak. Karenanya, jangan mencampur belut dalam ukuran berbeda-beda karena belut kecil lebih berpotensi menjadi santapan belut yang lebih besar. Sebaiknya, pilih ukuran 10-12 cm.
  • Belut aktif bergerak dengan lincah, serta tidak lemah.
  • Bibit tidak terindikasi terserang penyakit apapun.
Baca Juga :  OPPO Luncurkan Reno3 Pro

4. Mengatur pemberian makan

Gambar Kutu Air
perikanan.probolinggokab.go.id

Pakan juga mejadi salah satu indikator cepat-lambatnya pertumbuhan belut. Secara umum belut bisa diberikan pakan hidup maupun mati. Pakan hidup bisa berupa cacing, kecebong, kutu air, serangga, zooplankton dan lainnya. Sementara pakan mati bisa Anda beli di pasaran, berupa makanan instan yang sudah jadi.

Pemberian pakan memiliki perhitungannya sendiri, lazimnya belut diberi pakan 3 hari sekali ketika sore hari. Presentasenya pun beragam tergantung umurnya, namun pastikan berkisar antara 5-20% dari berat tubuhnya. Atau, bisa pula menggunakan patokan rumus berikut :

  •  0-1 bulan: 0,5 kg
  •  1-2 bulan: 1 kg
  •  2-3 bulan: 1,5 kg
  •  3-4 bulan: 2 kg

Demikian Langkah budidaya belut yang mudah dan menguntungkan. terimakasih telah membaca dan nantikan tips budidaya lainnya tetap di cakrawala rafflesia ya

Editor AG

Semua Konten milik akuatik.id