Viral Kue Klepon Disebut Tidak Islami, Ini Filosofi Klepon

Viral — Netizen dihebohkan dengan kabar soal Kue Klepon yang disebut tak Islami. Kue berwarna hijau dan dibalut dengan parutan kelapa ini mendadak viral usai akun @Irenecutemom memposting gambar dengan tulisan yang menyebutkan bahwa kue klepon ini tidak islami. Kue klepon yang kerap disebut sebagai jajanan pasar ini memiliki rasa yang unik di mana bagian luarnya gurih oleh parutan kelapa, namun dalamnya manis oleh gula jawa atau gula aren.

“Kue klepon tidak islami, yuk tinggalkan jajanan yang tidak islami dengan cara membeli jajanan islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami,” tulis pembuat gambar yang diunggah di twitter, Selasa (21/7/2020).

Hal ini pun menimbulkan reaksi beragam di Twitter.

tolong yang tau sumber asli gambar ini, kasi tau. saya penasaran kenapa kue klepon tidak islami. apakah karena kue kelepon tidak mengenakah hijab?” tulis akun @ikramarki.

Klepon memang tidak islami karena mengajarkan muncrat didalem padahal belum ijab kabul.” Tulis akun @uusbiasaaja.

Rupanya, klepon memiliki makna filosofis yang istimewa. Berdasarkan buku Belajar dari Makanan Tradisional Jawa (2017) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, klepon merupakan lambang kesederhanaan. Hal ini dapat dilihat dari bahan-bahannya yang sedikit serta mudah didapat. Tak hanya itu, cara membuat klepon pun terbilang cukup mudah.

Baca Juga :  Baru 2 Bulan Jadi Youtuber, Keluarga Harap Edo Prank Sampah Dilepas

Dalam hidup, ketika orang menjalaninya secara sederhana maka orang tersebut tak akan menghamburkan hartanya secara berlebihan. Kesederhanaan menjauhkan seseorang dari tindakan yang tidak baik.

“Orang yang memiliki sifat sederhana akan memilih menggunakan harta bendanya untuk membantu sesama,” tulis buku tersebut.

Baca Juga :  Viral! Beredar Informasi Jangan ke Rumah Sakit meski Alami Gejala Covid-19, Ini Imbauan Dokter

Rasa manis dari kue klepon tersembunyi di dalamnya. Rupanya, rasa manis kue klepon ini juga memiliki makna tersendiri. Hal tersebut melambangkan pentingnya manusia memiliki kebaikan hati. Walaupun tak terlihat dari luar, kebaikan hati seseorang bisa dirasakan.

“Gula membuat klepon terasa manis dan tidak hambar. Kebaikan hati seseorang akan membuatnya dicintai Tuhan dan sesama,” tulis buku tersebut.

Baca Juga :  Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Selanjutnya, klepon juga dibalur dengan parutan kelapa. Hal ini mengingatkan pada tahapan kehidupan manusia. Kelapa sendiri terdiri dari beberapa lapisan yang tak sederhana. Di mana kulit luarnya keras, sebelum akhirnya bisa mendapatkan daging kelapanya.

Manusia perlu melalui beberapa tahap untuk meraih kebahagiaan. Manusia harus melewati kehidupan yang keras, membersihkan hati, berhati-hati menjalani kehidupan, hingga sampai pada tujuannya.

“Untuk meraih kebahagiaan, manusia harus terus berusaha memperbaiki diri. Hal ini dilambangkan dengan kelapa yang diparut atau dihaluskan,” tulis buku itu.

Warna hijau dari klepon melambangkan kehidupan. Di mana manusia harus menjaga hati agar tetap hidup. Hati yang hidup, hati yang baik, akan menghindarkan seseorang dari perbuatan jahat. Bentuk bulat pada klepon melambangkan bahwa hidup tak diketahui mana ujung dan pangkalnya. Bentuknya yang tak rata menunjukkan bahwa kehidupan tak selalu sempurna.

Editor AG

[Kumparan]