83 Unit Randis Pemkab Kepahiang Tanpa Surat Lengkap

  • Bagikan
803a8da7 randis pemkab kepahiang bodong

Kepahiang — 83 unit Kendaraan dinas (Randis) milik Pemkab Kepahiang tanpa surat menyurat lengkap. Tanpa STNK atau BPKB, Kendaraan Dinas tersebut tersebar di 15 OPD lingkungan Pemkab Kepahiang.

Dilansir Radarkepahiang, rincian Randis tanpa surat tersebut terdiri dari Mobnas 23 unit, Tornas 39 unit, mobil sampah roda tiga 13 unit, Randis roda enam 5 unit dan Randis lainnya 3 unit. Untuk Mobnas bodong terbanyak ada di Setkab sebanyak 10 unit.

Senin (20/07/2020) Kepala BKD Keuangan Kepahiang, Damsi, S.Sos menyampaikan kalau sederet Randis tanpa surat akan diajukan proses lelang ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bengkulu. Mengacu pada surat balasan KPKNL tertanggal 14 Juli 2020 lalu, Pemkab diminta persyaratan.

Baca Juga :  Nomor Urut Paslon Pilkada Kabupaten Kepahiang, No 1 Ujang - Daus No 2 Hidayat - Nata

Sebagai syarat proses lelang, dalam waktu dekat ini BKD Keuangan Kabupaten Kepahiang akan menyampaikan surat kepada 15 OPD supaya bisa dilengkapi surat – menyuratnya.

Kalau memang tidak adanya STNK serta BPKB supaya OPD membuat surat pernyataan, sehingga proses lelang bisa dilakukan. Karena dari total 83 Randis diantaranya ada yang tidak mempunyai STNK dan BPKB,” sampai Damsi.

Dalam waktu dekat juga lanjutnya, tim akan turun ke 15 OPD melakukan pengecekan fisik melibatkan Dinas Perhubungan Kabupaten Kepahiang. Dari situlah nantinya akan diketahui, apakah 83 Randis seluruhnya bisa dilakukan proses lelang atau tidak.

Kita berharap ketika tim ke lapangan, OPD bisa menyediakan Randis yang akan diajukan untuk lelang. Sehingga proses pengecekan fisiknya berjalan dengan lancar. Kalau cek fisik tuntas dan dokumen Randis lengkap KPKNL turun ke Kabupaten Kepahiang dan lelang bisa dilakukan,” kata Damsi.

Menurutnya, dilihat dari usianya ke 83 unit Randis tanpa surat di atas sudah berumur antara 7 tahun, 12 tahun dan 15 tahun. Dari usia Randis lanjutnya, layak dilakukan proses lelang sesuai dengan Permendagri nomor 19 tahun 2016.

Baca Juga :  Gedung DPRD Kabupaten Kepahiang disemprot Disinfektan

Sesuai dengan permintaan KPKNL lelang dilakukan 3 tahap, karena KPKNL keterbatasan personil untuk melakukan lelang serentak. Lelang dilakukan secara terbuka dan seluruh pihak nantinya bisa melakukan penawaran secara online sesuai dengan tahapan yang dilaksanakan KPKNL Bengkulu,” demikian Damsi.

  • Bagikan