Gugus Tugas RI Sebut Pemotret Jenazah Corona Tak Beretika

  • Bagikan
1386097f jenazah corona

Jakarta — Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyebut orang yang mengambil gambar jenazah pasien virus corona (Covid-19) tidak beretika. Termasuk pula yang menyebarkannya hingga viral di media sosial.

“Kalau foto itu benar, maka yang mengambil gambar dan menyebarkan adalah orang yang tidak beretika,” kata Wiku saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (20/7).

Wiku menegaskan bahwa Covid-19 berbahaya. Tidak mengenal jabatan, profesi, jenis kelamin, umur mau pun ras tertentu. Semua bisa terinfeksi. Oleh karena itu, dia tidak ingin ada pihak yang meremehkan bahaya dari Covid-19.

Diketahui, foto jenazah pasien Covid-19 yang telah dibungkus dan masih berada di ranjang rumah sakit beredar di media sosial. Foto itu adalah karya Joshua Irwandi, jurnalis foto National Geographic.

View this post on Instagram

To photograph the victims of coronavirus in Indonesia is the most heartbreaking, most eerie photography I have ever done. In my mind at the time I only thought what happened to this person may well happen to people I love, people we all love. I’ve witnessed first hand how the doctors and nurses are continuously risking their lives to save ours. They are the true heroes of this story, and the only way to appreciate their work is to follow what they advise us. We felt it was absolutely crucial that this image must be made. To understand and connect to the human impact of this devastating virus. The image is published here today as a reminder and a warning, of the ever looming danger. To inform us of the human cost of coronavirus and how world governments have let matters get so far. As we head towards the second wave of the pandemic, people must realise they cannot take this matter lightly. This photograph accompanies an article that appears in the National Geographic Magazine @natgeo in the new upcoming August 2020 issue. LINK IN BIO. It is also the first time I’d see the image in print. There are many people to thank, most notably @kayaleeberne, in which this is the first print NG story she edited; @jamesbwellford for reacting on the story from early on; @andritambunan, @kkobre, and @paullowephotography for their advice; and last but not least my mentor @geertvankesterenphoto for his unrelenting support since day one. I would like to dedicate this to the medical staff – whose selfless efforts allow us to continue to live. I am truly humbled to be in their midst countering this pandemic. And to my late Uncle Felix who, two years before he passed away earlier this year, sent me an email: ‘Keep on taking pictures and never fail to report to let the world know what has really happened.’ Please share this story and please act. This is the pandemic of our lifetime. We must win this battle. Supported by the @forhannafoundation and @insidenatgeo COVID-19 Emergency Fund for Journalist. @natgeointhefield #natgeo #joshuairwandi #natgeoemergencyfund #documentaryphotography #photography #covid19 #covidstories #nationalgeographicsociety #pandemic #stayathome

A post shared by Joshua Irwandi (@joshirwandi) on

Organisasi profesi Pewarta Foto Indonesia (PFI) membenarkan bahwa foto itu adalah karya Joshua Irwandi dan diunggah di akun Instagram @joshirwandi Kamis lalu (15/7).

Hingga Senin (20/7), telah ada lebih dari 300 ribu orang menyukai foto karya Joshua tersebut. Penyanyi Erdian Aji Prihartanto alias Anji mengunggah kembali foto tersebut di akun Instagram pribadinya @duniamanji pada Minggu kemarin (19/7).

Dalam kasus kematian (yang katanya) korban Covid-19, keluarga saja tidak boleh menemui. Ini seorang Fotografer, malah boleh. Kalau kamu merasa ini tidak aneh, artinya mungkin saya yang aneh,” kata Anji dalam akun Instagram pribadinya.

Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menyarankan agar pihak-pihak yang bersangkutan menyebutkan lokasi rumah sakit tempat foto itu diambil.

“Kalau niatnya baik tunjukkan RS mana supaya bisa kita perbaiki. Masyarakat sudah pintar dan tahu mengecek kebenaran satu berita,” kata Yuri.

Organisasi profesi Pewarta Foto Indonesia (PFI) lantas mengkritik Anji. Ketua PFI Pusat Reno Esnir menilai Anji telah melecehkan foto karya jurnalistik.

Joshua, kata Reno, telah mematuhi kode etik jurnalistik, mematuhi prosedur perizinan, dan mengikuti segala macam protokol kesehatan yang diwajibkan oleh pihak rumah sakit saat mengambil gambar. Karenanya, Ia mendesak Anji untuk meminta maaf.

“Karena PFI menilai ini merupakan bentuk pelecehan terhadap karya jurnalistik yang otentik dan pendiskreditkan profesi,” kata Reno dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (20/7).

Editor AG

Sumber CNNIndonesia

Baca Juga :  PKS Ungkit Agama di RUU P-KS, Komnas Sindir Kubu yang Gemetar
  • Bagikan