Info Kepahiang

  • Bagikan
dbaca28d kepahiang

Cakrawalarafflesia — Berikut kami rangkum beberapa informasi ( info kepahiang ) dari sejarah sampai wisata alamnya.

Sejarah Daerah

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 18 Agustus 1945 sampai dengan tahun 1948, Kepahiang tetap menjadi ibukota Kabupaten Rejang Lebong dan menjadi ibukota perjuangan karena mulai dari pemerintahan sipil dan seluruh kekuatan perjuangan terdiri dari Laskar Rakyat, Badan Perlawanan Rakyat (BTRI dan TKR sebagai cikal bakal TNI juga berpusat di Kepahiang

Pada tahun 1948 terjadi aksi Militer Belanda ke II, maka untuk mengantisipasi gerakan penyerbuan tentara Belanda ke pusat pemerintah dan pusat perlawanan ini, seluruh fasilitas yang ada terdiri dari ; Kantor Bupati, Gedung Daerah, Kantor Polisi, Kantor Pos dan Telepon, penjara serta jembatan yang akan menghubungkan Kota Kepahiang dengan tempat lainnya semua dibumihanguskan.

Tahun 1949 Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berada dalam pengasingan di hutan dan waktu penyerahan kedaulatan dari Pemerintah Belanda ke Republik Indonesia yang dikenal dengan istilah kembali ke Kota, maka Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tidak dapat kembali ke Kota Kepahiang karena seluruh fasilitas telah dibumihanguskan maka seluruh staf Pemerintah menumpang di Kota Curup yang masih ada bangunan Pesanggrahan di tempat Gedung Olahraga Curup sekarang

Tahun 1956, Curup ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten Rejang Lebong berdasarkan Undang-Undang dan sejak itu pula Kepahiang menjadi ibukota Kecamatan sehingga hilanglah Mahkota Kabupaten dari Kota Kepahiang.

Para tokoh masyarakat Kepahiang pernah memperjuangkan Kepahiang menjadi ibukota Propinsi dan Kota Administratif (Kotif) tapi tidak berhasil. Dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, maka terbukalah peluang bagi Kepahiang untuk menjadi Kabupaten kembali. Sejak Januari 2000 oleh para tokoh dan segenap komponen masyarakat Kepahiang baik yang berada di Kepahiang maupun yang berada diluar daerah, baik yang berada di Curup, Bengkulu, Jakarta, Bandung dan kota-kota lainnya bersepakat untuk mengembalikan mahkota Kepahiang sebagai Kabupaten kembali sebagai realisasi dari kesepakatan bersama para tokoh masyarakat Kepahiang, maka dibentuk Badan Perjuangan dengan nama Panitia Persiapan Kabupaten Kepahiang (PPKK). Sebagai tindaklanjut dari Badan Perjuangan tersebut maka secara resmi Panitia Persiapan Kabupaten Kepahiang (PPKK) telah menyampaikan proposal pemekaran Kabupaten Kepahiang kepada ; Bupati Kepala Daerah Rejang Lebong, DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Gubernur Bengkulu, DPRD Propinsi Bengkulu dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta.

Merebut kembali Mahkota Kepahiang ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan demikian kata pepatah, walaupun untuk Propinsi Bengkulu, Kepahiang merupakan daerah yang pertama memperjuangkan pemekaran tetapi terakhir mendapat pengesahan karena Kabupaten Induk (Rejang Lebong) tidak mau melepas Kepahiang ini karena Kepahiang merupakan daerah yang paling potensial di Rejang Lebong.

Kepala Daerah Pertama untuk Kabupaten Kepahiang ditetapkan berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor : 131.28-8 Tahun 2004 tanggal 6 Januari 2004 tentang Pengangkatan Penjabat Bupati Kepahiang Propinsi Bengkulu, dan telah dilantik oleh Gubernur Bengkulu atas nama Menteri Dalam Negeri pada tanggal 14 Januari 2004, Ir. Hidayattullah Sjahid, MM.

Sampai dengan saat ini Kabupaten Kepahiang telah dipimpin oleh 3 orang Kepala Daerah, yaitu :

  • Hidayatullah Sjahid, MM, periode 14 Januari 2004 s/d 29 April 2005, sebagai Penjabat Bupati Kepahiang (Caretaker).
  • Husni Hasanuddin, periode 30 April 2005 s/d 6 Agustus 2005, sebagai Penjabat Bupati Kepahiang (Caretaker).
  • H. Bando Amin C, Kader. MM, periode 6 Agustus 2005 s/d 6 Agustus 2010, sebagai Bupati Kepahiang Defenitif berdasarkan Hasil Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kepahiang Tahun 2005.
  • Ir. Hidayattullah Sjahid,MM, periode 2016 – 2021

Kota Kepahiang sejak zaman penjajahan Belanda dikenal sebagai ibukota Kabupaten Rejang Lebong yang pada waktu itu disebut afdeling Rejang Lebong dengan ibu kotanya Kepahiang. Pada zaman pendudukan Jepang selama tiga setengah tahun, Kepahiang tetap merupakan pusat pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.Akhirnya dengan kesungguhan dan keikhlasan para pejuang Kabupaten Kepahiang, maka Mahkota Kepahiang yang hilang dapat direbut kembali bagai pinang pulang ketampuknya pada tanggal 7 Januari 2004 yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri di Jakarta berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Lebong dan Kabupaten Kepahiang di Propinsi Bengkulu.

Kota Kepahiang sejak zaman penjajahan Belanda dikenal sebagai ibukota Kabupaten Rejang Lebong yang pada waktu itu disebut afdeling Rejang Lebong dengan ibu kotanya Kepahiang. Pada zaman pendudukan Jepang selama tiga setengah tahun, Kepahiang tetap merupakan pusat pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.Akhirnya dengan kesungguhan dan keikhlasan para pejuang Kabupaten Kepahiang, maka Mahkota Kepahiang yang hilang dapat direbut kembali bagai pinang pulang ketampuknya pada tanggal 7 Januari 2004 yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri di Jakarta berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Lebong dan Kabupaten Kepahiang di Propinsi Bengkulu.

Lambang Daerah

logo kph

Tameng segi lima

Melambangkan daerah teritorial kabupaten Kepahiang yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Perbukitan

Melambangkan bahwa letak geografis kabupaten Kepahiang dikelilingi oleh daerah perbukitan yang subur.

Baca Juga :  Sanksi ASN Tunggu Putusan Hakim

Seikat padi dan kopi

Melambangkan hasil bumi Kepahiang yang memberikan kesejahteraan dan kemakmuran kepada masyarakatnya, serta 7 (tujuh) tali pengikat padi dan kopi yang melambangkan tanggal diresmikannya kabupaten Kepahiang sebagai tali yang mempererat persatuan dan kesatuan.

Lambang air dan lingkaran muara
Lambang Air: Melambangkan bahwa kabupaten Kepahiang kaya akan sumber air yang merupakan sumber segala kehidupan.
Lingkaran Muara: Menunjukkan bulan Januari sebagai bulan diresmikannya kabupaten Kepahiang.

Cerano dan keris
Cerano (tempat sirih): melambangkan pedoman dalam adat Kepahiang yang tidak bisa ditinggalkan.
Sebilah Keris di atas Cerano: Melambangkan keberanian dalam menjunjung tinggi adat-istiadat, dan senantiasa untuk melestarikannya.

Seutas pita bertuliskan SEHASEN

Kata SEHASEN pada pita merupakan semboyan kabupaten Kepahiang yang berarti sepakat dalam menentukan segala kebijakan, sekaligus singkatan dari:
S = Selaras
E = Elok
H = Harmonis
A = Aman
SEN = Sentosa

Visi dan Misi

1. Motto
Kabupaten Kepahiang mempunyai Motto yaitu : “KERJA, KERJA DAN KERJA”.

2. Visi

Visi Pembangunan Kabupaten Kepahiang adalah :

“TERWUJUDNYA KABUPATEN KEPAHIANG YANG MAJU, MANDIRI DAN SEJAHTERA”.

3. Misi

Misi untuk pencapaian visi Pembangunan kabupaten Kepahiang 5 tahun kedepan disusun sebagai berikut :

  1. Mengembangkan sumberdaya manusia kabupaten kepahiang yang sehat, cerdas, terampil dan produktif yang dilandasi nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.Upaya yang akan dilakukan adalah dengan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang bermutu serta peningkatan kapasitas pemerintahan daerah sesuai dengan kondisi, karakteristik dan kebutuhan masyarakat.
  2. Meningkatkan efektifitas pemerintahan daerah dalam mewujudkan reformasi birokrasi.Upaya ini dilakukan melalui pengembangan kapasitas birokrasi yang profesional, handal dan akuntabel, percepatan pelayanan publik, meningkatkan kualitas demokrasi dan penegakan supremasi hukum.
  3. Meningkatkan ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana daerah serta infrastruktur fisik penunjang pembangunan daerah.Upaya ini dilakukan dengan upaya percepatan penyediaan infrastruktur yang mampu mendukung kegiatan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat.
  4. Mengembangkan perekonomian kabupaten kepahiang yang berdaya saing, berkeadilan dan memberdayakan ekonomi kerakyatan. Upaya ini dilakukan melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, peningkatan investasi yang menyerap tenaga kerja lokal, penyediaan informasi, fasilitas dan inter-mediasi perbankan bagi koperasi dan usaha kecil menengah.
  5. Mendorong peningkatan penerimaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak (pnbp) serta meningkatkan penerimaan atas potensi pajak daerah lainya. Upaya ini akan dilakukan dengan menggali semaksimal mungkin potensi-potensi pajak daerah dengan tetap mempertimbangkan kepentingan daerah serta tidak memberatkan masyarakat umum sebagai wajib pajaknya.

Dalam rangka mewujudkan masyarakat kabupaten kepahiang yang maju, mandiri dan sejahtera dari beberapa sektor yang akan diprioritaskan di antaranya adalah :

  1. Melanjutkan dan percepatan pembangunan jalan tembus tebat monok – pusat perkantoran.
  2. Membuka akses jalan peda yang sudah ada untuk dilanjutkan dan ditingkatkan dengan menghubungkan  kecamatan kabawetan, ujan mas dan merigi sebagai jalur alternatif untuk meningkatkan sektor transportasi dan produksi barang/jasa.
  3. Membuka akses jalan taba saling – padang lekat –  kelilik sebagai upaya pengembangan sektor pertanian dan permukiman.
  4. Meningkatkan akses jalan kabawetan, kepahiang indah dan warung pojok, renah kurung dan talang tige di kecamatan muara kemumu serta jalan utama seberang musi – bermani ilir dan seberang musi tebat karai.
  5. Pembangunan sarana permukiman khususnya bagi warga tidak mampu dengan menyediakan rumah layak huni atau bedah rumah
  6. Seluruh desa di 8 kecamatan kepahiang pada akhir tahun 2021 diharapkan akan tersedia jaringan listrik.
  7. Melalui program pamsimas dan dukungan lembaga terkait ditargetkan pada tahun 2021 kepahiang bebas air bersih, sehingga pelayanan sektor ini dapat menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
  8. Peningkatan sarana prasarana kesehatan, layanan penerima bantuan iuran (pbi) sebanyak 16.680 jiwa serta layanan kesehatan bagi penduduk miskin melalui program jaminan kesehatan nasional sebanyak 66.600 jiwa
  9. Tersedianya program sertifikasi tanah untuk membantu masyarakat dalam proses pembuatan sertifikat lahannya sehingga mempunyai kekuatan hukum
  10. Terbentuknya usaha kecil dan menengah serta koperasi di 8 kecamatan dengan target sampai dengan tahun 2021 harus ada 160 kelembagaan yang sehat dan produktif
  11. Di bidang pertanian akan diusahakan pembangunan jalan usaha tani sebanyak 57 titik, sumber air pertanian/irigasi sebanyak 80 titik, peralatan alsintan sebanyak + 320 unit dari berbagai jenis untuk mendukung ketahanan pangan, sehingga dapat meingkatkan produksi sektor pertanian dari 60 % menjadi 75 % sampai dengan tahun 2021
  12. Di bidang perkebunan untuk program penyambungan kopi, kondisi saat ini seluas 6.250 ha diharapkan meningkat 100 % menjadi 12.500 ha. Panjang jalan produksi perkebunan 15 km untuk mendukung intensifikasi perkebunan seluas 5.000 ha.
  13. Untuk mendukung penataan bidang lingkungan ditargetkan tersedianya tpa baru sesuai standar sni, tersedianya instalasi pengolahan limbah tinja/iplt sesuai standar dan penerbitan dokumen lingkungan sebanyak 354 dunia usaha produktif di kabupaten kepahiang.

Pengembangan dan optimalisasi pengelolaan obyek wisata potensial daerah, penataan dan pembangunan destinasi wisata yang akan didukung dengan sarana prasarana hotel dan restoran, kuliner lokal, industri pariwisata dan dukungan sarana transportasi yang memadai sebagai akses menuju ke objek-objek wisata yang ada di kabupaten kepahiang.

Baca Juga :  GOW Kepahiang Dorong Aktifkan Kembali RPK

Wisata

Air Terjun Sengkuang
Air Terjun Sengkuang Foto Dok MEdia Center Kominfo Kepahiang

AIR TERJUN SENGKUANG

Air Terjun Sengkuang. Tempat wisata ini berada pada di ketinggian 1.786 mdpl terletak di Desa Mekar Sari, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Dari kota Bengkulu jarak yang akan di tempuh sekitar 72 km melewati pegunungan dan bukit nan cantik jelita di sepanjang jalannya.

Setibanya di air terjun, akan di sambut dengan suara gemerciknya air yang jatuh dan bebatuan besar yang ikut menghiasi lokasi air terjun tersebut. Air Terjun ini tergolong tinggi yaitu mencapai 25 meter. Untuk merasakan sensasi yang luar biasa sebaiknya datang pada saat pagi hari. Karena suhu air pada pagi hari masih sangat dingin dan segar. ( Sumber : https://kepahiangkab.go.id )

Kebun Teh
Kebun Teh Kabawetan Foto Dok Media Center Kominfo Kepahiang

PERKEBUNAN TEH KABAWETAN

Di atas ketinggian 600 – 1000 meter dari permukaan laut,  perkebunan teh terhampar hijau di kawasan Kabawetan, Kepahiang. Curah hujan yang tinggi serta udara yang terasa lembab membuat kawasan ini menjadi salah satu destinasi unggulan di bumei sehasen.

Suasana alam nan eksotis terlihat sore hari. Terlebih ketika cahaya matahari mulai meredup. Mendung. Awan putih tampak bergerak di atas hamparan teh yang hijau di punggu Bukit Kaba. Suhu udarapun menurun hingga 17-19 derajat celcius.

Di kawasan ini, pengunjung bukan hanya bisa menikmati eksotika alam semata. Tapi, pengunjung dapat  melihat dari dekat kebun sayur-sayuran petani. Kawasan perkebunan teh warisan colonial Belanda yang dibangun tahun 1930-an itu selalu ramai dikunjungi pelancong pada hari libur. ( Sumber : https://kepahiangkab.go.id )

10 IMG 0212 Curug Embun berlokasi di Desa Pematang Bango Kabupaten Pagaralam Sumatera Selatan 2
Air Terjun Curug Embun

Curug Embun

Curug Embun merupakan sebuah air terjun yang berada di desa Tapak Gedung, Tebat Karai, Kepahiang. Air terjun ini sangat indah dan alami. Tatanan bebatuan dan rerumputan indah nan alami menghiasi di sekitar air terjun ini.

Keindahan yang terpancar dari air terjun Curug Embun dapat dianggap sebagai primadona wisata air terjun. Tidak heran jika banyak pengunjung yang berdatangan ke lokasi ini untuk menikmati sejuknya alam nan asri walaupun belum dilengkapi fasilitas wisata yang bisa menambah data tarik pengunjung.

Salah satu curug berkarakter unik yang ada di Pagaralam adalah Curug Embun. Curug, atau masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan Cughup Embun berada di Desa Pematang Bango, kaki Gunung Dempo, Pagaralam. Dari Kota Palembang menuju ke lokasi memakan waktu sekitar 8 jam perjalanan darat melewati Kabupaten Prabumulih dan Lahat. Namun kini sudah ada jasa penerbangan lokal yang melayani rute Palembang-Pagaralam, sehingga jarak tersebut bisa dicapai dalam waktu tidak lebih dari setengah jam.

Sementara dari pusat Kota Pagaralam menuju ke Curug Embun hanya menempuh jarak sekitar 2 km atau menghabiskan waktu sekitar 15 menit saja. Meski demikian, perjalanan tersebut menjadi sangat menyenangkan, pasalnya para pengunjung akan membelah hutan dan kebun kopi warga melalui akses jalan yang sudah bagus.

Untuk mencapai lokasi Curug Embun, para pengunjung harus melakukan tracking menurun selama 10 menit. Jalan yang dilalui cukup curam dengan karakternya yang selalu basah. Namun tidak perlu khawatir, pengelola curug telah melengkapi jalan setapak dengan pembatas besi sehingga memudahkan siapa pun yang ingin melewatinya.

Curug Embun merupakan curug yang mempunyai pancuran tertinggi di Pagaralam. Tinggi pancurnya mencapai 100 meter, hanya saja volume airnya tidak terlalu besar. Tinggi pancur dengan volume air yang kecil menjadi karakter unik curug ini, sehingga air yang tertumpah dari ketinggian akan berubah menjadi seperti embun ketika sampai di bawah. Hal ini yang kemudian menjawab pertanyaan, mengapa curug ini dinamakan dengan Curug Embun.

Air dari ketinggian 100 meter tersebut kemudian mengalir dan tertampung di kolam alami yang ada di bawahnya. Di kolam yang dipenuhi bebatuan gunung inilah para wisatawan biasa menghabiskan waktunya untuk sekadar berendam dan bermain air. Dengan harga tiket yang sangat terjangkau, hanya Rp2000/orang, Curug Embun menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit di Pagaralam. Tidak mengherankan ketika memasuki waktu liburan, curug berkarakter unik ini kerap dikunjungi oleh para wisatawan.

air terjun bukit hitam
Air Terjun Bukit Hitam

Air Terjun Bukit Hitam merupakan air terjun dengan ketinggian 100 meter yang terletak di puncak Bukit Hitam. Siapa saja yang hendak berkunjung ke Air Terjun Bukit Hitam harus sudah menyiapkan fisik yang sehat karena air terjun ini hanya bisa dicapai dengan cara mendaki selama sekitar 30 menit.

Untuk menuju lokasi ini memang diperlukan upaya ekstra, namun kejernihan dan derasnya debit Air Terjun Bukit Hitam membuat upaya untuk mencapainya menjadi impas. Bukit Hitam sendiri adalah Kawasan taman wisata alam dengan luas wilayah puncak sekitar 2 hektar. Selain air terjun, terdapat sumber air panas dan juga goa di Bukit Hitam yang melengkapi kawasan wisata alam ini.

Demikian Sebagian dari Info Kepahiang ( Informasi Kepahiang )

  • Bagikan