Kisah Nyamuk Yang Hancurkan Kerajaan Namrud di Zaman Nabi Ibrahim

  • Bagikan
748f5618 kisah nyamuk hancurkan kerajaan namrud di zaman nabi ibrahim wsb4wqomag

Islami — Allah Maha Besar dan tiada yang lebih besar darinya. Ia mampu mengancurkan segala yang dianggap besar dengan mudah.

Sebagai contoh adalah kisah bagaimana nyamuk menghancurkan kerajaan yang cukup besar, Namrud. Nyamuk tersebut dikirim oleh Allah untuk menghancurkan Namrud karena ia tidak mau beriman.

KH Agus Fahmi Amrullah Hadzik dalam khotbahnya yang dikutip dari laman Tebuireng pada Kamis (13/3/2020) menyebutkan, Namrud seorang raja yang hidup pada zaman Nabi Ibrahim. Kekuasannya membentang dari Barat ke Timur.

Ia memiliki pasukan militer hebat serta kekayaan berlimpah. Bahkan Allah menganugerahi kecerdasan dan fisik prima. Konon Namrud tidak pernah menderita sakit selama 400 tahun.

Namun, kelebihan-kelebihan yang dimilkinya tersebut menjadikannya raja yang sombong. Sampai-sampai atas dasar kelebihan semua itu, Namrud menganggap dirinya sebagai tuhan. Alhasil, ia berlaku lalim terhadap rakyatnya. Ia tidak segan membunuh rakyat yang tidak mau mengakui dirinya tuhan.

Baca Juga :  Sholat Dhuha tak Hanya sebagai Pembuka Rezeki

Hingga suatu hari ia didatangi malaikat Allah yang mengajaknya beriman. Peristiwa itu terjadi tiga kali. Akan tetapi ia menolak menjadi hamba beriman.

Akhirnya Namrud ditantang oleh Allah untuk mengumpulkan seluruh bala tentaranya. Lalu Allah mengirim jutaan ekor nyamuk agar menghisap darah tentaranya. Akibatnya seluruh kekuatan militernya hancur lebur.

Ada salah satu dari jutaan makhluk kecil itu masuk ke rongga kepala Namrud melalui lubang hidungnya. Dan berdiam di sana selama ratusan tahun menyiksa kepalanya. Bahkan, Namrud membentur-benturkan kepalanya sebab sakit tak terkira. Hingga ajal menjemputnya.

Pelajaran yang dapat kita petik dari peristiwa ini, sesungguhnya kekuatan, kekayaan, dan kekuasaan bukan untuk dibanggakan, apalagi disombongkan. Namun semua itu harus disyukuri, dijadikan wasilah agar semakin dekat dengan Allah SWT. Tentu tidak ada yang mengingnkan kehadiran Namrud-Namrud lain di jaman modern ini.

Maka sebagai manusia beriman, setiap Muslim bisa mengambil pelajaran dari peristiwa ini bahwa tidak butuh gempa yang dahsyat dan tsunami besar agar bisa menggoncangkan suatu kekuasaan. Sebab Allah tidak segan membuat nyamuk atau sesuatu lebih besar dari itu sebagai kebenaran-Nya.

Baca Juga :  3 Tantangan Al-Qur'an yang tak Pernah Terjawab Oleh Manusia

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ

Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpaan seekor nyamuk atau yang lebih besar dari itu. Adapun orang-orang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpaan itu?”. Dengan (perumpaan) itu banyak orang yang dibiarkan sesat, dan dengan tu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Allah tidak menyesatkan seserang kecuali orang fasik. (Q.S Al-Baqrah: 26).

(abp)

Okezone

  • Bagikan
Positive SSL