Jalankan Amalan Biasa tapi Jadi Calon Penghuni Surga

  • Bagikan

Islami — Dai kondang yang juga Direktur Quantum Akhyar Institute, Ustadz Adi Hidayat, dalam ceramahnya mengisahkan tentang seorang ahli surga yang disampaikan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa salam seperti termaktub dalam hadis riwayat Imam Malik Nomor 20559. Calon penghuni surga itu tidak bergitu terkenal, bahkan para sahabat Rasulullah pun tidak ada yang mengenalnya. Amalannya juga diceritakan biasa-biasa saja.

Mengutip dari Sindonews, Minggu (14/6/2020), dalam satu kesempatan di dalam Masjid Nabawi, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada para sahabat, “Akan datang kepada kalian saat ini seorang laki-laki penghuni surga.”

Ucapan Rasulullah Shallallahu laihi wa sallam itu tentu saja membuat penasaran. Para sahabat bertanya-tanya siapa gerangan sang penghuni surga tersebut. Apakah dia salah seorang yang paling rajin sholatnya atau yang paling rajin puasanya? Atau yang paling banyak sedekahnya? Atau mungkin yang tidak pernah absen dalam jihad?

Tidak lama kemudian para sahabat melihat seorang laki-laki Anshar dengan wajah basah. Air wudu menetes dari jenggotnya. Tangannya menjinjing sepasang sandal jepit. Tak ada yang spesial secara fisik dari laki-laki itu.

Para sahabat bertanya-tanya alasan apa yang membuat laki-laki tersebut menjadi calon penghuni surga. Tentu saja itu derajat tinggi yang sangat diinginkan setiap Muslim, apalagi para sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Mereka semua menginginkan jaminan tempat di surga.

Sampai keesokan hari belum terjawab juga rasa penasaran para sahabat. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam kembali mengucapkan hal sama, “Akan datang kepada kalian saat ini seorang laki-laki penghuni surga.”

Para sahabat pun kembali penasaran, bertanya-tanya, siapa lagi yang dipastikan merasakan nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala yang kekal itu?

Namun, justru laki-laki dengan wajah basah wudu dan membawa sepasang sandal jepit itu lagi yang muncul. Para sahabat semakin bertanya-tanya, tapi tidak ada satu pun yang berani bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Hingga ketiga kalinya, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan hal yang sama. Namun, tetap saja yang muncul laki-laki tadi. Para sahabat pun yakin laki-laki itulah calon penghuni surga. Tapi, tidak satu pun sahabat yang mengetahui alasan di balik rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala memasukkan laki-laki tersebut ke golongan yang selamat pada hari akhir.

Namun, para sahabat tetap merasa tidak enak hati jika menanyakannya hal itu kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Tinggallah para sahabat terus dirundung keingintahuan. Salah satu sahabat yang amat penasaran yakni Abdullah bin Amr bin Ash, dan memilih inisiatif untuk mencari tahu sendiri.

Hari ketiga setelah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mengutarakan hal sama, Abdullah bin Amr bin Ash bermaksud mengikuti laki-laki itu. Ia pun membuntutinya hingga tiba di rumah calon penghuni surga tersebut.

Abdullah berpikir cara agar bisa mengetahui amalan apa yang mengantarkan pria itu meraih keistimewaan sebagai calon penghuni surga. Ia kemudian menyapa pria tersebut dan bermaksud meminta izin menginap di rumahnya. Abdullah ingin tinggal di sana agar dapat mengetahui amalan si calon penghuni surga.

“Aku telah bertengkar dengan ayahku, kemudian aku bersumpah untuk tidak mendatanginya selama tiga hari. Jika boleh, aku ingin tinggal bersamamu selama tiga hari,” ujar Abdullah kepada laki-laki itu.

Si calon penghuni surga tersebut dengan senang hati menyambut Abdullah. “Tentu, silakan,” ujarnya gembira. Maka, tinggallah Abdullah di rumah calon penghuni surga itu selama tiga hari.

Selama tinggal di sana, Abdullah mengamati setiap ibadah dan amalan yang dilakukan si calon penghuni surga. Hari pertama, dia tak menemukan adanya amalan spesial dari laki-laki itu. Hari kedua, ibadahnya masih sama, tak ada yang istimewa.

Hingga hari terakhir, Abdullah tidak juga menemukan ibadah yang luar biasa dari si laki-laki yang berhasil meraih keutamaan surga tersebut.

Abdullah hanya melihat ibadah si laki-laki yang biasa, menjalankan ibadah wajib. Di sepertiga malam, pria itu tidak pernah bangun untuk Sholat Tahajud.

Meski Abdullah selalu mendengar laki-laki itu berzikir dan bertakbir acap kali terjaga dari tidur, pria tersebut baru bangun saat waktu Sholat Subuh tiba.

Luput dari sholat malam, pria penghuni surga itu pun tidak menjalankan puasa sunah. Namun, Abdullah juga tak pernah mendengar pria tersebut berbicara, kecuali ucapan yang baik.

Tiga hari terlewat tanpa menemukan jawaban apa pun. Bahkan, hampir saja Abdullah meremehkan amalan si calon penghuni surga jika tidak mendapat jawaban sebelum pamit.

Ketika izin pulang setelah menginap tiga hari, Abdullah mengakui maksudnya untuk mencari keutamaan amalan si laki-laki itu hingga beruntung menjadi salah satu calon penghuni surga Allah Subhanahu wa ta’ala yang dipenuhi segala kenikmatan.

  • Bagikan