Pandemi, Tabut Digelar Tanpa Pasar Rakyat

  • Bagikan
aacbf978 images 1

Bengkulu — Tabut merupakan ritual tahunan masyarakat Bengkulu yang digelar tiap tanggal 1-10 Muharram.

Pelaksanaan ritual Tabut tiap tanggal 1-10 Muharram, tetap akan di gelar. Akan tetapi untuk tahun ini, rangkaian Festival Tabut tidak akan dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani Rabu (8/7/20) usai mengikuti Video Conference bersama BNPB dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI membahas strategi pariwisata yang produktif dan aman Covid-19 mengatakan, ini dampak dari pandemi Covid-19 yang saat ini masih terjadi.

Pestifal Tabut Ditiadakan

“Dinas Pariwisata sudah membicarakan hal ini kepada pihak Kerukunan Keluarga Tabut. Karena pandemi covid-19 disepakati bahwa yang dilaksanakan hanya ritualnya saja. Tanpa ada penampilan seni budaya serta pasar malam,” ujarnya.

Baca Juga :  Ritual Tabut Tebuang, Makam Karabela Ramai Dikunjungi Masyarakat

Hal tersebut dibenarkan sekretaris Dinas Pariwisata Hengki Suprianto.  Dikatakannya kegiatan yang sifatnya mengundang kerumunan tahun ini ditiadakan.

Selain Festival Tabut, Festival Bumi Rafflesia dan Festival Pesisir Pantai Panjang tahun ini juga ditiadakan.

Untuk tahun ini 3 event yang masuk Calender Of Event Kemenparekraf ditiadakan,” kata Hengki.

Baca Juga :  Ritual Tabut Tebuang, Makam Karabela Ramai Dikunjungi Masyarakat

Namun tambah Hengki, juga ada kabar baik dari dunia pariwisata Bengkulu. Destinasi Wisata Sejarah Benteng Marlborough dan Rumah Pengasingan Bung Karno yang sebelumnya ditutup akibat merebaknya covid-19 di Provinsi Bengkulu, sejak tanggal 5 Juli mulai dibuka kembali bagi pengunjung,  namun tetap mentaati protokol kesehatan. 

AG

  • Bagikan