Lebih Berbahaya Mi Instan atau Bumbunya?

  • Bagikan
6d04a388 mie instant

Tahukah Bunda, bumbu pada makanan instan ini sering dianggap lebih berbahaya daripada mi itu sendiri. Benar tidak ya pendapat tersebut?

Sebelumnya, kita bahas dahulu soal kandungan gizi yang ada dalam mi instan. Sebagian besar mi instan mengandung karbohidrat yang berasal dari tepung.

Sebelumnya, kita bahas dahulu soal kandungan gizi yang ada dalam mi instan. Sebagian besar mi instan mengandung karbohidrat yang berasal dari tepung.

Kalori yang terkandung di dalam mi instan berbeda-beda setiap merek. Tapi, rata-rata mi instan mengandung 300 – 500 kkal.

Konsumsi mi instan yang berlebihan, ditambah dengan makanan lain yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu, bisa menaikkan berat badan, Bunda.

Baca Juga :  12 Resep kreasi jeroan ayam dan sapi

Menurut ahli gizi Mochammad Rizal, pengawet dan penyedap rasa di dalam mi instan sudah disesuaikan takarannya. Jadi, sebenarnya kalau mengonsumsi dalam jumlah normal masih tergolong aman kok, Bunda.

Ramen, Asian Instant  Noodle with Vegetable

“Mi instan aman dikonsumsi, dalam jumlah yang normal. Baik pengawet maupun penyedap rasa di dalam mi instan takarannya sudah disesuaikan dengan regulasi yang sudah ada,” kata Rizal saat dihubungi HaiBunda, baru-baru ini.

Bicara tentang bahaya bumbu mi instan, penyedap rasa yang terkandung di dalamnya cukup tinggi. Mi instan mengandung penyedap rasa di atas 1000 mg per saji.

Baca Juga :  20 Resep minuman es segar tanpa santan untuk berbuka puasa

“Sedangkan, kebutuhan rata-rata orang per hari adalah 2000 mg. Sehingga konsumsinya harus diatur,” jelasnya.

Ini bisa disiasati dengan hanya menggunakan setengah dari total bumbu mi instan. Tujuannya untuk mengurangi asupan natrium, Bunda.

Namun, bumbu mi isntan bisa berbahaya lho bagi orang yang mengidap hipertensi. Sehingga, sebaiknya pengidap hipertensi lebih berhati-hati ya saat ingin makan mi instan.

“Selama dikonsumsi dalam jumlah yang normal tidak masalah. Tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan setiap hari, maka dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit, misalnya hipertensi,” kata Rizal.

  • Bagikan