Diteror Ghaib Sampai Meja-Kursi Terbang Sendiri, 10 Ustadz Pun Gelar Pengajian

  • Bagikan
12148e65 rumah horor di cianjur er4

Diceritakan sang pemilik rumah bahkan disaksikan langsung oleh warga setempat, meja dan kursi terbang hingga terbanting. Perabotan yang lainnya ada pula yang dirusak.

Awal minggu ini masyarakat digegerkan dengan munculnya teror horor atau gangguan mistis di salah satu rumah warga, Kampung Citengkor, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Percaya nggak percaya, Yanih (47) dan keluarganya, banyak mengalami teror yang di luar akal sehat. Mulai dari melihat sekelebat bayangan, hingga perabotan yang melayang hingga terbanting.

Tak mau gangguan yang sudah terjadi hampir dua minggu itu terus berlarut, Kepala Desa Sukabakti Tatang memanggil 10 ustaz untuk menetralisir dengan doa, zikir serta bersalawat, Jumat (3/7/2020) malam.

Baca Juga :  Kisah di Balik Video Viral Kambing Kurban Lari ke Atap

Upaya mengusir ‘mahkluk gaib’ yang meresahkan penghuni rumah itu pun mengundang rasa penasaran warga setempat. Sehingga tak hanya para ustaz, puluhan warga juga ikut berdoa sambil menyaksikan dari luar rumah.

Ustaz Asep Rohmat, mengatakan kegiatan doa, zikir, salawat bersama di rumah Yanih ini tidak lain untuk bermunajat agar dimudahkan mengusir jin yang meresahkan warga.

“Insyallah setelah ini, mahkluk halus tidak akan mengganggu lagi di rumah ini, sebab tidak ada ilmu lain yang lebih tinggi selain ilmu Allah,” kata Asep via sambungan telepon seluler, Sabtu (4/7/2020)

Asep mengimbau warga untuk lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta dan banyak membaca Alquran. Tak lupa juga berdoa agar dijauhkan dari gangguan jin dan syaitan.

Baca Juga :  5 Foto Michaela Elsiana, Dokter Cantik yang Terseret Mobil Pergoki Suami Selingkuh

“Gangguan yang terjadi tidak lain untuk merusak akidah manusia supaya keluar dari ajaran Islam. Makanya perkuat iman, dekatkan diri dengan Allah, perbanyak ibadah,” tutur Asep menambahkan.

Kepala Desa Sukabakti Tatang menuturkan aktivitas tersebut rencananya akan dilakukan selama beberapa hari hingga gangguan benar-benar hilang.

“Tidak sekali, tapi akan dilakukan beberapa hari. Ini juga sebagai langkah menenangkan masyarakat supaya tidak lagi resah. Kita percayai ada hal gaib, tapi kita harus tetap berfikir positif,” ujar Tatang.

Yanih mengaku usai digelar doa bersama, sejak malam hingga pagi hari, belum terjadi lagi teror ‘makhluk gaib’ di rumahnya.

Editor AG

Sumber idnews.my.id

  • Bagikan