Hadapi Pandemi, Pemkab Lebong Perkuat Stok Pangan

  • Bagikan
98dd5f01 suku rejang

Bengkulu -Masyarakat adat Suku Rejang di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, memanfaatkan ketersediaan lahan pertanian untuk menghadapi pandemi virus Corona (COVID-19). Mereka beramai-ramai bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan pangan di masa krisis.

“Sejak COVID-19 berlangsung, kami dengan sejumlah warga melakukan langkah-langkah pemanfaatan lahan untuk ditanami kebutuhan pangan seperti padi, ubi, kacang, jagung, dan lainnya secara gotong royong,” kata Kepala Desa Teluk Dien, Kabupaten Lebong, Jon Kanedi, Kamis (3/7/2020).

Jon Kanedi mengatakan bibit tanaman tak dibeli warga karena sudah tersedia secara alamiah dari lahan yang ada di desa. Mereka lalu menanam bibit itu di pekarangan rumah dan lahan desa yang masih kosong.

Baca Juga :  Gempa 5.2 SR Bengkulu Terasa Hingga Liwa

“Dengan gotong royong, warga mengumpulkan bibit ubi, sayuran lalu ditanam di pekarangan rumah dan lahan-lahan desa yang masih bisa digarap,” tambah Jon.

Jon Kanedi menerangkan warga juga mendapatkan sejumlah bibit dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Sementara itu perempuan adat Tik Teleu, Mursiti menyebutkan dia dan perempuan adat setempat memanfaatkan seperempat hektare lahan kosong di desanya untuk menanam cabai, kol dan jagung selama pandemi. Saat panen, hasil dari berkebun itu dibagikan kepada warga.

“Ada seperempat hektare lahan yang telah kami manfaatkan ditanami cabai, sayur, kol dan jagung. Hasilnya dibagi pada masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Mursiti.

Baca Juga :  Himbauan Kemenag Bengkulu : Tidak Sholat Idul Fitri DI Masjid

Dia berencana akan menambah luasan lahan untuk menanam tanaman pangan ke depannya, selama pandemi. Untuk mendukung kegiatan bercocok tanam, dilakukan juga pengelolaan pupuk kompos dengan memanfaatkan limbah jerami dan sekam yang banyak tersedia di daerah itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebong, Zamhari dalam pertemuan dengan komunitas adat di Kutei Telu Dien mengungkapkan daerahnya memiliki potensi yang harus dioptimalisasi.

“Saat ini kami sedang mengoptimalkan kompos dari limbah sekam dan jerami. Potensi sekam dan jerami di Lebong mencapai ratusan ribu ton. Selama ini sekam dan jerami dibuang begitu saja oleh petani,” tutur Zamhari.

Editor AG

Sumber Detikcom

  • Bagikan