Kasus Kekerasan Terhadap Anak Meningkat Di Kepahiang

  • Bagikan
ilustrasi kekerasan terhadap anak

Kepahiang Dalam kurun waktu Januari hingga Mei 2020, angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Kepahiang tercatat 27 kasus. Data ini diambil dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A)

Dikatakan Kepala DPPKBP3A, Periyandi melalui sekretaris DPPKBP3A, Linda Rosita, jika angka tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

“Itu baru pendataan dari sisi kita, belum termasuk yang melapor ke unit PPA polres Kepahiang,” kata Linda. Kamis (18/06).

Dijelaskan, meningkatnya angka kekerasan terhadap anak selain karena kurangnya pengawasan dari para orang tua, juga berkemungkinan dampak dari stay at home selama covid 19.

Baca Juga :  Bupati Kepahiang : Kades dan Lurah Berikanlah Bantuan Kepada Yang Berhak

“Banyak orang tua yang sibuk bekerja di kebun sehingga kurang pengawasan terhadap anak, apalagi selama pandemi covid 19 ini anak lebih banyak beraktifitas di rumah, sehingga butuh pengawasan ekstra dari keluarga terutama orang tua,” tambahnya.

Baca Juga :  Inilah Motif Penggorok Leher IRT Di Sosokan Baru

Dihimbau kepada semua pihak untuk bersama-sama menekan angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Kepahiang.

“Masalah kekerasan terhadap anak ini bukan hanya tanggung jawab Dinas perlindungan anak dan Unit PPA polres saja melainkan semua pihak harus terlibat mulai dari toko agama, toko masyarakat bahkan kita juga sudah meminta Dikbud untuk mendatangkan narasumber yang berkompeten ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan pencegahan kekerasan terhadap anak ini,” Pungkasnya.

  • Bagikan