Tercatat Sudah 130 Kasus DBD Terjadi di Kepahiang

  • Bagikan
130 kasus dbd di kabupaten kepahiang

Kepahiang Dimasa pandemi Virus Corona (Covid-19) Masyarakat Kabupaten Kepahiang juga harus mewaspadai wabah Demam Berdarah Dengue (DBD), yang juga dapat berujung pada kematian.

Sampai berita ini diterbitkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang menyampaikan lonjakan jumlah kasus DBD di Kabupaten Kepahiang terus bergerak signifikan di Tahun 2020 ini. Tercatat mulai Januari tercatat 17 kasus, Februari 45 kasus, Maret 24 kasus, April 24 kasus, Mei 2 kasus, dan Juni ini sudah 18 kasus.

Kadis Kesehatan Kabupaten Kepahiang, H. Tajri Fauzan, S.KM, Selasa (16/06/2020) menerangkan, total terdapat 130 kasus BDB sepanjang 2020. Padahal pada Mei 2020 jumlah kasus DBD sempat turun hanya 2 kasus saja.

Baca Juga :  Anggota PPK dan PPS Dapat SK Senin Depan

“Terjadi lonjakan kasus DBD pada Juni ini, sejauh ini belum ada korban meninggal. Upaya yang kita lakukan adalah dengan melakukan fogging atau pengasapan di wilayah terjangkit DBD,” jelas Tajri.

Penyebaran kasus DBD hampir merata di seluruh Kabupaten Kepahiang. Pihaknya mengimbau agar warga tetap waspada DBD, selain juga Covid-19 yang saat ini sedang mewabah, lanjut Tajri.

Tajri juga meminta agar masyarakat memanfaatkan waktu berada di rumah untuk membersihkan genangan air dan memberantas sarang nyamuk.

“Kita tidak boleh lupa, ada kasus lain yang punya potensi untuk jadi wabah yaitu DBD. Dengan upaya menerapkan pola lingkungan sehat masyarakat diharuskan membersihkan genangan air untuk memberantas sarang nyamuk aedes aegypti, jangan sampai adanya penambahan kasus DBD,” sampai Tajri.

Pihaknya juga meminta seluruh Puskesmas di wilayah kerja, melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menerapkan perilaku hidup sehat dengan lingkungan yang bersih agar terhindar dari gigitan nyamuk DBD yang juga mematikan.

Baca Juga :  Dipastikan Bupati, Kepahiang Siap Menuju New Normal

“Kita mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan lingkungan yang bersih agar terhindar dari DBD, sosialisasi gencar dilakukan oleh seluruh Puskesmas. Tinggal lagi partisipasi masyarakat,” demikian Tajri. (AG)

  • Bagikan