Pria Ini Reaktif Hamil Hasil Rapid Test, Keluarga Marah Datangi Tempat Karantina

  • Bagikan
102dcee6 5ee498b3c0178

KUPANG, – Kejadian Lucu dan aneh dimana Seorang pria asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) Ariyanto Boik saat diisolasi di rumah susun setempat.

Hasil rapid tes terhadap Ariyanto yang merupakan pelaku perjalanan dari area risiko, ternyata reaktif hamil.

Hal itu, langsung membuat keluarga besarnya marah dan mendatangi lokasi karantina di Rusun Ne’e, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Rote Ndao.

Keluarga besarnya marah, lantaran hasil laporan yang dikeluarkan oleh laboratorium rumah sakit setempat, bukanlah hasil tes Covid-19, melainkan hasil tes kehamilan.

Dilansir Kompas.com “Tadi kami protes dengan hasil ini dan kami langsung ke tempat karantina dan bertemu dengan penanggung jawabnya,” ungkap kakak kandung Ariyanto, Ferdinan Boik, saat dihubungi Kompas.com, melalui sambungan telepon, Sabtu (13/6/2020).

Baca Juga :  Pemerintah Gratiskan Abonemen Listrik Untuk Pengusaha

Ferdinan menyebut, jika hasil rapid test itu terasa aneh dan membuat keluarga bingung.

Ferdinan pun mengaku, saat ini masih berada di lokasi karantina dan belum ada jawaban dari pihak pengelola karantina terhadap hasil Rapid test tersebut.

“Petugas hanya pasrah saja. Katanya silakan lapor saja di mana pun,” ujar dia.

Hal senada juga disampaikan keluarga lainnya, Naomi Toulasik, yang menyebut kalau keluarga meragukan hasil rapid test itu.

Naomi menduga, petugas kesehatan yang menangani pasien orang dalam pemantauan maupun pelaku perjalanan dari area risiko di Rusun Ne’e tidak menjalankan tugas secara baik, sehingga hasil yang dikeluarkan tidak sesuai dengan tujuan pemeriksaannya.

Baca Juga :  Kementrian BUMN Akan Gabungkan Bank Syariah Himbara

Dia pun meminta para petugas medis tidak main-main dengan virus yang mematikan itu.

“Kami minta petugas jangan main-main dengan penyakit ini, karena sudah memakan banyak korban,” tegas dia.

Dia berharap, para petugas medis bisa bekerja secara profesional.

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M Saek, mengaku, belum mengetahui hal itu.

“Saya belum dapat laporannya, jadi bisa langsung dengan (hubungi) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao,” ujar dia singkat.

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Rote Ndao, Widianto Adhy, hingga saat ini belum merespons telepon dari Kompas.com.

Editor AG

Sumber Kompas.com

  • Bagikan