Pemprov Turun Tangan, Terkait Pasien Diisolasi di RS Bengkulu Diminta Rp 6,7 Juta

  • Bagikan
830aecf9 kaget ditagih 6 juta bengkulu

Bengkulu — Keluarga pasien reaktif Corona (COVID-19) di Bengkulu mengaku kaget dimintai bayaran senilai Rp 6,7 juta oleh Rumah Sakit M Yunus, Bengkulu. Diketahui pasien diisolasi selama lima hari di ruang Fatmawati rumah sakit itu.

Pasien inisial SH (60), warga Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu 5, dirujuk ke Rumah Sakit M Yunus, Bengkulu, karena hasil rapid test dinyatakan reaktif.

“Ibu saya ada riwayat gula dan drop kesehatannya. Kami bawa ke rumah sakit. Setelah rapid test hasilnya reaktif dan dirujuk ke Rumah Sakit M Yunus. Di Rumah Sakit M Yunus, ibu saya dimasukkan ke ruangan isolasi Fatmawati,” kata Efran, anak SH.

Baca Juga :  Penjelasan HM Sampoerna, Terkait 2 Karyawannya Meninggal Karena Covid-19

Efran mengatakan, selama di rumah sakit, orang tuanya menjalani tes dan penanganan COVID-19 oleh petugas medis.

“Setelah isolasi selama lima hari dan hasil tes PCR-nya negatif, ibu saya diizinkan pulang. Tapi kami keluarga terkejut biaya yang harus dibayar sebesar Rp 6.700.000 lebih,” ujarnya.

Menurut Efran, keluarganya bingung karena orang tuanya diisolasi bersama pasien yang diduga terpapar COVID-19. Setelah mencari pinjaman dan menunjukkan surat keterangan miskin, Efran mengatakan hanya diminta bayar Rp 4 juta lebih.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan pasien yang dirawat di ruang isolasi dibiayai oleh negara melalui Kementerian Kesehatan. Biaya tidak dibebankan kepada pasien.

Baca Juga :  Warga Jakarta, 3.480 Positif Covid-19

“Kalau pasien PDP dan diisolasi itu dibayar Kementerian Kesehatan. Namun saya akan coba tanyakan ke pihak rumah sakit untuk melakukan klarifikasi soal ini,” ujar Herwan Antoni saat dimintai konfirmasi detikcom.

Herwan mengatakan telah mencoba melakukan klarifikasi ke pihak rumah sakit. Namun belum bisa dihubungi.

Sementara itu, detikcom juga telah mencoba menghubungi Direktur Rumah Sakit M Yunus Bengkulu, Zulkimaulub Ritonga, namun belum ada jawaban.

Editor AG

Sumber Detik.com

  • Bagikan