Kenapa Orang Tua Almarhum J Diisolasi di RSUD ?

  • Bagikan
d619af30 keluarga jj

Lebong — Di tengah suasana atas kepergian anaknya, kedua orang tua almarhum J (11) harus menjalani masa isolasi di RSUD Lebong.

Hal itu lantaran sebelum meninggal dunia pada Rabu (10/6/20). J (11) pelajar Kelas III SD yang menjalani pengobatan kanker getah bening di RSUP M. Hoesin Palembang Sumsel ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Kota Palembang.

Dalam press release, Kamis (11/06/2020) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebong Rachman, S.KM, M.Si mengatakan, isolasi itu dilakukan lantaran kedua orang tua J selama ini ikut mendampingi selama proses pengobatan di Palembang.

Terlebih RSUP M. Hoesin sendiri merupakan rumah sakit rujukan Covid-19. “Keduanya diisolasi di RSUD Lebong hingga hasil swab J ke luar,” kata Rachman.

Ditambahkannya, kedua orang tua J saat ini ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) Lebong. Keduanya juga sudah dilakukan rapid tes atau tes kilat dan hasilnya unreaktif .

Baca Juga :  NU Ingatkan, Pakai Masker Bukan Untuk Gaya !

Dari hasil komunikasi yang dilakukan dengan pihak RSUP M. Hoesin Palembang, hasil swab terhadap J akan ke luar dalam waktu 5 hari ke depan.

“Kalau hasil swab J positif, maka kedua orang tuanya juga akan dilakukan tes swab. Jika hasilnya negatif, keduanya diperbolehkan pulang namun tetap diisolasi selama 14 hari di rumah. Tentunya kita semua berharap hasil swab J hasilnya negatif,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Lebong, AKBP. Ichsan Nur, S.IK meminta masyarakat Kabupaten Lebong untuk tidak panik.

Baca Juga :  UPDATE Covid Indonesia 4 Juni: Bertambah 585, Pasien Positif Covid-19 Kini Total 28.818 Orang

Apalagi selama menjalani masa pengobatan di Palembang yang bersangkutan maupun orang tuanya belum pernah pulang ke Lebong. Pihaknya juga sudah menyiagakan personil di RSUD Lebong selama kedua orang tua J menjalani masa isolasi.

“Sesuai prosedur seharusnya J yang ditetapkan sebagai PDP Palembang dimakamkan disana (Palembang, red). Namun atas dasar kemanusiaan, ketua gugus tugas mengizinkan jenazah dimakamkan di Lebong. Itupun tetap sesuai dengan protokol kesehatan,” demikian Ichsan.

Editor AG

Dilansir Dari Radar Kepahiang

  • Bagikan