Kantor Lurah Kebun Keling Bengkulu di Geruduk Warga, tolak rumah adat jadi tempat pemantauan ODP COVID-19

  • Bagikan
7fecf22c geruduk kantor lurah

BengkuluRatusan warga Kelurahan Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu beramai-ramai mendatangi Kantor Kelurahan Kebun Keling, Senin (8/6) siang.

Kedatangan warga tersebut bertujuan menyampaikan aspirasi penolakan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu yang berencana menjadikan Balai Adat sebagai rumah singgah dan tempat karantina pasien corona.

1ddc31ae kebun keling6357423442688425411
foto dok antara

Warga menyampaikan penolakan karena takut akan adanya penularan corona di sekitar lingkungan mereka.

“Kami warga Kelurahan Kebun Keling menyatakan menolak rencana Pemkot untuk menjadikan Balai Adat yang ada di wilayah lingkungan kita ini dijadikan rumah singgah pasien corona. Kami takut jika ada penularan, karena lokasi itu berada di kawasan lingkungan warga,” ungkap salah satu warga.

Jika pemerintah tetap akan melakukan rencana tersebut, warga Kebun Keling siap melakukan aksi yang lebih,Tambahnya.

“Kenapa harus disini? Kalau mau membangun, bangun di tempat yang jauh jangan di tempat yang dekat dengan pemukiman. Jika pemerintah masih akan tetap membangun Balai Adat jadi tempat pasien corona, kami warga Kebun Keling akan lebih banyak menentang dari ini,” sampainya.

Sementara itu, Camat Teluk Segara, Ikhwan Nova yang hadir di lokasi mengatakan, terkait aksi penolakan warga tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan atasan.

Pada pertemuan pertama sudah dijelaskan yang dibangun bukanlah rumah sakit, tetapi rumah singgah dengan ketentuan yang ada. Terkait aksi ini kita sudah sepakat, akan disampaikan terlebih dahulu kepada pimpinan.

“Kewenangan bukan di tangan saya saja, hal ini akan saya sampaikan ke camat, kita serahkan saja ke pemerintahan” pungkasnya.

AG

Baca Juga :  Nenek 74 Tahun Asal Bengkulu Jadi Korban Hipnotis
  • Bagikan