Ini Kata Dinkes Provinsi Bengkulu Terkait Informasi Warga Meninggal Yang Positif Covid-19 Dikatakan Hoax

  • Bagikan
732222 05552306062020 IMG 20200606 WA0019 650x320 1

BengkuluAda-ada saja ulah netizen, dengan lantangnya berkomentar negatif di media sosial  mengomentari berita RMOLBengkulu yang berjudul ‘Pasien 02 Covid-19 Benteng Meninggal Dunia’ yang diterbitkan, Sabtu (6/6) pagi.

732222 05552306062020 img 20200606 wa0019 650x3203289745226069491763 1
foto dok RMOLBengkulu

Perlu diketahui jurnalis RMOLBengkulu mendapat informasi tersebut langsung dari sumber terpercaya, yakni Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Benteng, Budiman Efdy.

Saat dikonfirmasi, jurnalis RMOLBengkulu mempertanyakan kebenaran bahwa pasien tersebut sudah benar meninggal, warga sekayun yang positif benar sudah meninggal? ‘iya’ jawab Budiman.

Kemudian dikatakannya bahwa pemakaman akan dilakukan pada hari ini (Sabtu red) di didesa setempat dengan protokol Covid-19. “Pemàkaman akan dilKukan hr ini di desa sekayun,” kata Budiman melalui pesan elektronik.

Sementara itu Kadinkes Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni saat dikonfirmasi turut juga membenarkan bahwa pasien asal Benteng tersebut sudah meninggal di Rumah Sakit M.Yunus, dan dibenarkannya juga bahwa pasien tersebut juga telah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Benar ada kasus konfirmasi kita sebagai pasien yang meninggal tadi malam,” jelas Herwan.

Dijelaskannya, riwayat pasien Pasien inisial W ini awalnya sebagai Pasien dalam Pemantauan (PDP) sejak tanggal 27 Mei 2020 masuk ke rumah sakit M.Yunus dengan keluhan demam, mual, muntah dan juga suspeck TBC dengan dibuktikan dengan pemeriksaan penunjang Thorak röntgen, infiltrat dan juga disertai hasil rapid testnya reaktif. “Sehingga harus dilakukan pengambilan swab,” jelasnya.

Kemudian tanggal 28 Mei 2020 hasil swab diambil melalui pemeriksaan dengan PCR yang ada dirumah sakit M Yunus. “Hasilnya swabnya positif Covid-19 sehingga langsung dilakukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit M Yunus Bengkulu,” jelas herwan menambahkan.

Baca Juga :  Universitas Bengkulu bentuk tim percepatan untuk mendeteksi pasien COVID-19

Kemudian, lanjutnya tanggal 5 Mei 2020 malam, pasien tersebut meninggal dunia di rumah sakit M Yunus Bengkulu, lalu tanggal 6 mei 2020 dikebumikan di Sungai Berayun Bengkulu Tengah dan penanganan jenazahnya dengan SOP Covid-19.

Keluarga pasien juga dikatakannya sudah dilakukan tracking terhadap kasus tersebut, oleh Dinkes Benteng kerjasama dengan puskesmas, juga Dinkes Provinsi Bengkulu.

Namun miris, netizen disalah satu grub media sosial mengatakan bahwa informasi tersebut adalah HOAX dengan komentar mencapai 36 Komentar dan disukai 201 orang tersebut.

Berikut komentar-komentar disalah satu grub medsos tersebut.

‘Perlu saya jlaskan. Kalau pasien yg meninggal itu atas nama wasir. Itu tidak masuk akal covid. Sakit yg jlas2 terlihat itu perutnya tumor menurut hasil ronsen. Tapi tidak di tindak lanjuti sakit perut tersebut.. tdak dioprasi dan sbgainya.

Perlu diketahui pasien dinyatakan positif covid cuma dalam waktu 24 jam bru masuk rumah sakit. Tpi seharusnya hasil swab itu minimal dua hari baru bisa hasil swab itu kluar. Bukankah ini kejanggalan.??’

Janganlah menyebarkan berita gak bener inilah yang menyebabkan kita ketakutan karena covid-19 dikit-dikitlah covid kalau ditindak lanjuti bisa-bisa di penjara karena sudah menyebarkan berita hoax yang jelas2 bahwa ini tidaklah benar….’

Baca Juga :  Video Bayi 4 Bulan di Parepare Positif Covid-19 Tertular Sang Ayah

‘Kalau bisa tak usahlah update lagi soal covid insyaallah perlahan- lahan covid ini kan hilang jg dari permukaan bumi’

‘tragis betul.. tdak covid tpi dinyatakan positif covid’

‘ndak ncairkn duit…sepertinya covid sdh jdi proyek… sdh bnyk klrg pasien yg komplain…karena bkn sakit covid tpi dipaksakan sbgai pasien covid kan janggal dlm 24 jam sdh bsa di ketahui hsilnya’

‘Kalau covid dana segera cair seperti es terletak diruang terbuka’

‘memang benar sakit apa pun seluruh nya masuk covid,,ga msuk akal jntungan d bilang covid,,mag cronis d bilang covid’

‘tuntut balik ndan,,,klu mmg pnyakit tumor’

‘tuntut balik ndan,,,klu mmg pnyakit tumor’

‘Memang klu ada org yg meninggal keadaan lagi Covid 19 serba susah bagi org yg tidak mengetahui asal usul sebab org tsb meninggal dunia jadi harus jelas dululah sebab kematian org tsb.’

‘Jngan di dengar kan,smwany hoak,berita palsu’

‘Hati hoak….UU ITE ada sanksi pidananya.’

‘Hox hoxx orang meninggal karena pikiran di Ponis covid’

hoak ……….gk jls’

Mirisnya lagi, ada juga yang mengatakan bahwa Covid-19 merupakan ladang bisnis. “Ladang bisnis.. Klu meninggl karna corona uang penguburnya puluhan jt dri pusat,” ungkasalah satu akun di medsos yang komentari berita RMOLBengkulu.

Nama-nama dan foto akun memang sengaja tidak ditampilkan.

AG

Artikel Ini Diambil Langsung dari Website Resmi RMOLbengkulu

  • Bagikan