Seiring Bertambahnya Angka Kematian Pasien Covid-19, PSBB Palembang Diperpanjang

  • Bagikan
psbb pal tahap II

Palembang – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang , Sumatera Selatan (Sumsel) kembali diperpanjang. Di periode pertama, PSBB Palembang sudah dijalankan dari tanggal 21 Mei 2020 hingga 2 Juni 2020.

Angka penularan virus Corona Covid-19 di Palembang belum mencapai 0,5 persen, sehingga penerapan PSBB pun kembali diperpanjang. Dari tanggal 3 Juni 2020 hingga 16 Juni 2020 mendatang.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 Sumsel Yusri mengungkapkan, pada tanggal 2 Juni 2020, total pasien positif Covid-19 di Sumsel sebanyak 1.019 kasus. Dimana ada 24 kasus yang bertambah.

Keputusan memperpanjang PSBB di Kota Palembang ini, seiring dengan bertambahnya angka kematian pasien Corona Covid-19. Sebelumnya pada hari Minggu (31/5/2020), angka kematian pasien positif Covid-19 sebanyak 13 orang berasal dari Kota Palembang.

Baca Juga :  Pacu Sektor Perdagangan hingga Investasi

“Puluhan kasus positif Covid-19 tersebut, berasal dari 19 kasus di Palembang, Kabupaten Musi Rawas, Musi Rawas Utara (Muratara) dan Banyuasin masing-masing 1 kasus dan Ogan Komering Ulu (OKU) 2 kasus,” katanya.

Bahkan ada penambahan satu orang pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia, asal Kota Palembang. Dengan total kematian pasien Covid-19 di Sumsel sebanyak 34 orang.

Wali Kota (Wako) Palembang Harnojoyo mengatakan, PSBB Palembang dilanjutkan dengan evaluasi dari Peraturan Wali Kota (Perwali) PSBB Palembang periode awal. Hal ini dilakukan, sebagai upaya memaksimalkan pencegahan penyebaran Covid-19 di Palembang.

“Kalau selama ini hanya sosialisasi dan edukasi ke masyarakat. Sekarang lebih penekanan nanti ke tempat-tempat tertentu,” ucapnya, saat menggelar Konferensi Pers di rumah dinas (rumdin) Wako Palembang di Jalan Tasik Palembang.

Baca Juga :  Anggota Dewan ini Akan Tindak Tegas Sekolah yang Menyulitkan Proses Belajar – cakrawalarafflesia

“Terutama di 13 check point yang sudah kita laksanakan. Kita maksimalkan dengan melibatkan unsur keamanan TNI dan Polri, jemput bola di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selama menjalani PSBB periode pertama, Wako Palembang mengklaim bahwa sudah 99,7 persen warganya yang sadar akan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Bahkan berdasarkan penelitian dari Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri), angka penularan Covid-19 di Palembang sudah berkurang jauh.

“Sebelum PSBB awal, kasus penularan Covid-19 di Palembang sebanyak 1,29 persen. Angkanya menurun hingga 0,92 persen di tanggal 31 Mei 2020. Kita terus tekan hingga angkanya 0,5 persen ke bawah,” ucapnya.

Sumber Liputan 6

  • Bagikan
Positive SSL