Keputusan Direvisi dan Ditemui Pejabat Mendagri, Ojol Jamin Tak Demo Ke Istana

  • Bagikan

Nasional — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) akhirnya merevisi Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 440-830 Tahun 2020 yang di dalamnya turut mengatur penangguhan operasional ojek online (ojol)/konvensional.

Pihak ojol yang diwakili oleh Gabungan Aksi Roda Dua atau Garda Indonesia telah melakukan pertemuan di kantor Kemendagri, Minggu (31/5). Pertemuan itu membahas revisi peraturan tersebut.

Sekjen Garda Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, teman-teman ojolsepakat untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa usai Kemendagri merevisi peraturan. Pihaknya juga menyambut baik pemerintah mengizinkan ojek online diperbolehkan mengangkut penumpang saat new normal.“Kami sepakat untuk tetap menjaga kondusifitas bersama dan menyampaikan kepada rekan-rekan ojol seluruh Indonesia bahwa ojol tidak dilarang membawa penumpang saat new normal,” kata Igun dalam keterangannya, Senin (1/6).

Baca Juga :  Kronologi Driver Ojek Online Dikeroyok Pengendara Fortuner di Kebayoran Lama
Pertemuan Garda Ojol dengan Kemendagri.
Surat Pertemuan kemendagri dengan Garda Ojol. Foto: Dok. Istimewa

Igun mengatakan nantinya hasil pertemuan dengan Kemendagri akan disampaikan ke sopir Ojek Online dan Ojek Konvensional. Dengan begitu, rencana berdemo di Istana tidak akan dilakukan.

Rencana aksi demonstrasi itu disampaikan Ketua Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono. Dia berharap dengan menggelar demo, aspirasi para pengemudi dapat didengar secara langsung oleh Presiden Jokowi.Rencana demo itu dilakukan karena berdasar Kepmendagri, ojol untuk mengangkut penumpang ditangguhkan. Namun, Kepmendagri itu sudah direvisi dan di dalamnya tidak lagi menyinggung soal ojol.

Baca Juga :  Grab PHK Karyawan, Mau Tau Pesangonnya ?

Editor AG

Dikutip kumparan

  • Bagikan