RSUD Kepahiang Diperintahkan Stop Rapid Test Mandiri, Jika Masih Diminta Pasien Bisa Lapor Gugus Tugas

  • Bagikan
Ilustrasi rapidtest mandiri RSUD Kepahiang

KepahiangTerkait beredarnya informasi mengenai Rapid Test mandiri sebelum melakukan persalinan yang sempat menjadi polemik di Kabupaten Kepahiang Akhirnya Pemkab Kepahiang buka suara.

Pemkab Kepahiang memerintahkan RSUD Kepahiang untuk menghentikan keharusan melakukan rapid test mandiri dengan biaya pribadi kepada pasien yang akan menjalankan persalinan.

Terhitung mulai 29 Mei 2020, semua pasien bersalin baik normal maupun operasi ceasar tidak perlu lagi menjalankan rapid test mandiri di klinik sesuai rekomendasi RSUD Kepahiang seperti yang sudah diberlakukan sebelumnya.

Putusan tersebut, bukan berarti melarang aturan RSUD terkait kewajiban rapid test bagi pasien bersalin. Rapid test tetap wajib dilakukan pasien melahirkan, serta rapid test bisa dilakukan oleh RSUD Kepahiang.

Pasien yang ingin bersalin tidak harus melakukan Rapid Test mandiri dengan syarat, pasien tersebut adalah warga Kabupaten Kepahiang yang dibuktikan dengan KTP dan memiliki Jampersal atau BPJS kesehatan.

Baca Juga :  Pilkada Kabupaten Kepahiang : Dayat – Nata Kian Kokoh

Hal ini ditegaskan oleh Sekkab Kepahiang Zamzami Zubir, SE, MM, Jumat (29/05/20). “Di tengah situasi sulit seperti sekarang ini tidak ada istilah rapid test secara mandiri bagi pasien melahirkan”.

“Mulai hari ini (29 Mei), RSUD Kepahiang tidak boleh mewajibkan pasien yang melahirkan untuk rapid test secara mandiri dengan mengeluarkan uang sesuai permintaan klinik. Rapid test sudah bisa dilakukan di RSUD Kepahiang sediri, dengan persyaratan warga Kepahiang dan mempunyai Jampersal dan BPJS,” tegas Zamzami.

Silahkan Lapor Ke Gugus Tugas

Tidak hanya itu. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kepahiang,  Zazami Zubir, SE, MM, Jum’at (29/05/2020) juga melaporkan RSUD Kepahiang kepada gugus tugas Covid-19.Jika masih ada masyarakat Kabupaten Kepahiang yang disarankan menjalankan rapid test secara mandiri.

Baca Juga :  Miliki Sabu, Biduan Cantik Diringkus

“Kepada pasien yang ternyata masih saja disarankan RSUD menjalankan rapid test secara mandiri, segera laporkan hal tersebut kepada Gugus Tugas Kabupaten Kepahiang,” ucap Zamzami.

Menurut Zamzami, alat Rapid test sudah diberikan kepada RSUD Kepahiang. Oleh karena itu dipersilahkan menggunakan rapid test yang tersedia di RSUD Kepahiang untuk keperluan rapid test ibu hamil sebelum persalinan.

“Saya tidak mau mendengar lagi masyarakat Kepahiang yang masih rapid sendiri padahal telah memenuhi 3 syarat yang ditentukan,” geram Zamzami.

Jadi bagaimana dengan pasien bersalin yang sudah terlanjur mengeluarkan uang pribadi untuk menjalankan rapid test mandiri? Terkait hal itu Zamzami meminta untuk berbesar hati mengikhlaskan.

“Bagi pasien yang sebelumnya sudah rapid test dan membayar dengan besaran yang ditentukan klinik, karena sudah terlanjur. Ya supaya dilewatkan, ikhlaskan saja,” demikian Zamzami.

Editor AG

  • Bagikan