Diskusi CLS UGM Batal, Bahas Pemberhentian Presiden hingga Ada Dugaan WhatsApp Panitia Diretas, Ini Faktanya

  • Bagikan
jokowi tinjau pusat perbelanjaan yang siap dibuka kembali 20200526 220037

Diskusi yang diselenggarakan oleh Consitutional Law Society (CLS) Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada atau UGM dibatalkan.

Acara itu seharusnya akan berlangsung secara daring, pada Jumat (29/5/2020) pukul 14.00 WIB.

Pembatalan dilakukan karena diskusi dinilai menuai polemik terkait dengan topik yang akan dibahas.

Berikut sejumlah fakta terkait pembatalan diskusi yang dilansir dari Tribunnews:

Membahas Pemberhentian Presiden

Dikutip dari Kompas.com, Diskusi yang menuai polemik ini awalnya berjudul Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan.

Kemudian oleh pihak panitia diubah menjadi Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaran.

mahasiswa porno ugm1

Presiden CLS UGM, Aditya Halimawan mengakui adanya perubahan tajuk tersebut.

Aditya menuturkan, judul harus diganti karena sebelumnya ada kesalahan dalam penggunaan diksi.

Sehingga menjadi tidak sesuai dengan Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

Penggantian itu juga diharapkan dapat mengubah pemikiran masyarakat yang mengetahui mengenai rencana diskusi itu.

Aditya juga sudah mengakui apabila ada kesalahan dalam penggunaan tata kalimat yang kurang tepat.

“Kami ingin meluruskan persepsi masyarakat juga, memang ada kesalahan dari kami,” terang Aditya dikutip dari Kompas.com.

“Penggunanaan itu tidak sesuai dengan yang diatur di UUD.”

“Nah kami mengganti itu supaya kami meluruskan sesuai dengan UUD,” tambahnya.

Ada Dugaan WhatsApp Panitia Diskusi Diretas

Setelah diskusi bertajuk pemberhentian presiden ini diketahui masyarakat luas, mulai banyak hal aneh yang diterima pihak panitia.

Baca Juga :  27 Titik Banjir Jakarta, Bidara Cina Lebih 1,5 Meter

Bahkan Aditya mengatakan ada dugaan akun WhatsApp seorang panitia diretas.

Masih dikutip dari Kompas.com, ada pemberitahuan mengenai diskusi itu yang disebar melalui pesan berantai di aplikasi WhatsApp.

Isi pesan itu berbunyi diskusi mengenai pemberhentian presiden dibatalkan.

Aditya dapat dengan pasti menyebutkan informasi tersebut tidak resmi dari panitia diskusi.

Sehingga menutur Aditya ada dugaan peretasan WhatsApp panitia.

Dan kemudian berhasil mendistribusikan pesan yang menyebut pembatalan diskusi.

Peretasan WhatsApp dialami oleh akun yang menjadi narahubung acara diskusi CLS UGM itu.

“Informasi itu (pembatalan) tidak benar,” tutur Aditya dikutip dari Kompas.com.

“Ada indikasi peretasan. Informasi (pembatalan) itu hoaks, itu akibat dari peretasan akun narahubung kami,” lanjutnya.

Bukan Acara Resmi dari Fakultas Hukum UGM

Ditemui di lain kesempatan, Kepala bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani buka suara.

Masih dikutip dari Kompas.com, Iva menyebutkan acara diskusi secara resmi bukan dari Fakultas Hukum maupun universitas.

Jadi memang murni diselenggarakan oleh komunitas hukum tata negara yang diketuai oleh Aditya.

“Itu bukan acara resmi dari Fakultas Hukum maupun UGM,” ungkap Iva dikutip dari Kompas.com.

Panitia Bantah Ada Kepentingan Politik

Rencana diskusi tersebut juga tersebar di media sosial dan diketahui banyak masyarakat.

Baca Juga :  5 Peluang Usaha Bisnis Online Tanpa Modal di 2021

Banyak beranggapan apabila diskusi itu bagian dari usaha menjatuhkan dari pemerintah yang sah atau makar.

Dilansir oleh Kompas.com, anggapan tersebut langsung dibantah oleh Aditya.

Ia menuturkan sudah memberikan klarifikasi terkait maksud dan tujuan diadakannya diskusi itu.

Diskusi yang diselenggarakan oleh CLS UGM itu disebutkan bersifat akademis.https://d-25703277393988101865.ampproject.net/2005150002001/frame.html

Aditya menyampaikan tidak ada unsur kepentingan politik siapapun dan apapun.

“Seperti klarifikasi yang sudah kami sampaikan, bahwa kami bersifat akademis,” jelas Aditya dikutip dari Kompas.com.

“Tidak berkaitan oleh politik manapun atau agenda politik manapun,” imbuhnya.

presiden joko widodo jokowi saat memimpin rapat terbatas 28 mei 2020jpg

Diskusi yang awalnya akan diselenggarakan oleh CLS UGM akan membahas mengenai pemberhentian presiden. (Tangkap layar channel YouTube Sekretariat Presiden)

Panitia Diskusi Sepakat Acara Dibatalkan

Sebelum adanya pembatalan secara resmi, panitia melakukan koordinasi dengan pembicara.

Masih dilansir Kompas.com, akhirnya panitia memutuskan untuk membatalkan diskusi.

Keputusan ini diambil karena mempertimbangkan berbagai poin.

Yakni seperti situasi dan kondisi yang dirasa sudah tidak mendukung.

Terlebih ada panitia yang sempat mendapatkan ancaman terkait penyelenggaraan diskusi.

Namun Aditya tidak mengungkapkan dengan detail perihal ancaman yang didapat.

“Ini kesepakatan dari pembicara dan penyelenggara, karena memang kondisinya semakin tidak kondusif,” ujar Aditya dilansir Kompas.com.

“Ya sebelumnya kami mendapat tindakan semacam peretasan dan ancaman juga,” pungkasnya.

(Tribunnews.com/Febia Rosada, Kompas.com/Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma) editor AG

  • Bagikan
Positive SSL