Ratusan Guru Se Provinsi Bengkulu Masih Berpeluang Dapat TPG

  • Bagikan
guru ilustrasi

BENGKULU – Ratusan guru SMA sederajat terancam gagal menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk semester 1 tahun 2020. Surat Keputusan (SK) penerima TPG belum juga turun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dikarenakan belum memenuhi persyaratan. Diantaranya, syarat jam mengajar.

Eri Yulian Hidayat.
Ratusan Guru Se Provinsi Bengkulu Masih Berpeluang Dapat TPG 3

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd melalui Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Multazam didampingi Operator SIM Pembayaran Arfian Fitriadi, MM, mengatakan untuk tahap kedua pencairan TPG triwulan I sudah disalurkan kepada 219 guru dan pengawas SMA/SMK/SLB se Provinsi Bengkulu. Setelah sebelumnya pada tahap pertama ada 2.644 guru SMA/SMK/SLB penerima TPG.

“Hari ini (kemarin, red) kita tuntaskan untuk tahap kedua ada 219 guru, diantaranya ada 90 pengawas,” kata Arfian.

Baca Juga :  Webinar SMSI Bengkulu: Edukasi Politik, RUU HIP ke RUU PIP

Untuk pencairan TPG selanjutnya, sambung Arfian, masih ada tahap ketiga karena ada 27 SK penerima TPG baru-baru ini turun setelah tahap kedua diajukan ke Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Bengkulu. Kemudian ada 28 berkas guru lagi sudah dinyatakan valid namun SK belum turun.

“Ada tambahan SK turun sekitar 27 guru, dan SK belum terbit sekitar 28 lagi. Sehingga untuk yang sama sekali belum valid ada sekitar 120-an guru lagi. Paling banyak temuan dari verifikasi dan validasi, itu kekurangan jam mengajar,” jelas Arfian.

Untuk diketahui, guru pemilik sertifikat pendidik ini tersebar di Bengkulu Selatan sebanyak 378 guru, 15 pengawas. Lalu Rejang Lebong ada 426 guru dan 11 pengawas, Bengkulu Utara sebanyak 387 guru dan 3 pengawas, Kaur ada 130 guru dan 8 pengawas, Seluma ada 202 guru dan 5 pengawas, Mukomuko ada 194 guru dan 8 pengawas.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Belum Mengalami Penurunan, Ucap Hamka Sekprov Bengkulu

Kemudian, di Lebong sebanyak 165 guru dan 4 pengawas, Kepahiang ada 229 guru dan 10 pengawas, Bengkulu Tengah ada 204 guru dan 8 pengawas. Terbanyak di Kota Bengkulu ada 898 guru dan 24 pengawas. Untuk triwulan I ini anggaran yang dialokasikan diperuntukan bagi pembayaran TPG dari dana transfer pusat mencapai Rp 38 miliar.

“Para guru yang SK nya belum valid ini masih memiliki kesempatan hingga penyaluran triwulan II pada Juni mendatang. Tapi kalau data dapodik sudah ditutup, tidak bisa lagi diakses maka tidak bisa lagi melengkapi berkas,” demikian Arfian. 

Source HRB

Editor AG

  • Bagikan