Pemkab Bengkulu Bahas Sekolah Dibuka: Kita Takut Anak Lupa Cara Belajar

  • Bagikan
bkl

Rejang Lebong – Pemkab Rejang Lebong, Bengkulu, mulai membahas persiapan membuka lagi sekolah-sekolah di wilayahnya. Pemkab mengatakan rencana ini dibahas karena anak-anak mulai jenuh belajar di rumah.

6669a623 5646 47b6 80f4 05c1891ee089
Foto Dok Detik  : Pemkab Rejang Lebong Bengkulu bahas persiapan sekolah dibuka lagi

“Kita sudah melakukan rapat dalam hal membuat skenario rencana sekolah akan kembali dibuka, karena saat ini anak-anak sudah jenuh belajar di rumah yang kita takutkan anak-anak sudah lupa cara belajar,” kata Bupati Rejang Lebong, Ahmad Hijazi, Kamis (28/5/2020).

Dia mengatakan pihaknya bakal menyiapkan bilik disinfektan di setiap pintu masuk sekolah. Wilayah Rejang Lebong sendiri masih masuk zona hijau dari penyebaran virus Corona.

Baca Juga :  Jadi Tempat Isolasi, Kantor Dinkes Kepahiang Ditutup

“Kita akan pasang bilik disinfektan setiap pintu masuk sekolah,” ucap Hijazi.

Dia mengatakan Pemkab telah mengkaji cairan yang efektif membunuh virus dan tak berbahaya bagi manusia. Selain itu, semua orang wajib mencuci tangan sebelum masuk sekolah.

“Kita sudah melakukan kajian, cairan yang kita gunakan dapat membunuh virus tapi tidak menimbulkan efek pada kulit,” ujar Hijazi.

Pemkab juga bakal menyemprot cairan disinfektan ke sekolah-sekolah setiap dua pekan. Dia mengatakan para siswa dan guru wajib menggunakan masker saat beraktivitas.

Baca Juga :  Bertambah 1 Kasus Covid-19 di Bengkulu, Tertular dari Klaster Sekretariat DPRD Kota

“Saat ini Rejang Lebong masih berada dalam zona hijau, meski demikian kita tetap meminta kepada pelajar, guru dan warga agar selalu menggunakan masker saar keluar rumah,” ungkap Ahmad Hijazi .

Pemkab Rejang Lebong sendiri mengaku telah membagikan 500 ribu masker gratis kepada warga. Hijazi mengatakan tak ada alasan warga tak menggunakan masker.

“Jadi sudah tidak ada alasan lagi kalau warga tidak memakai masker, karena masker telah dibagikan, bila masih masih ada akan kita berikan sanksi disiplin,” pungkasnya.

Source Detik

Editor AG

  • Bagikan