Siap-siap! Bansos Tunai Tahap II Segera Cair

  • Bagikan
bansos 16843569676243851385

NASIONAL , CR — Bantuan sosial tunai (BST) tahap kedua segera cair. Dana BST tahap dua sudah di kantor PT Pos Indonesia (Persero).

Perlu diketahui, ada dua mitra penyalur BST selama tiga bulan, pertama PT Pos Indonesia mengcover sekitar 8,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan sisanya adalah disalurkan oleh Himpunan Bank Negara (Himbara).

bansos 16843569676243851385
Siap-siap! Bansos Tunai Tahap II Segera Cair 3

Total target penerima adalah 9 juta KPM di seluruh Indonesia.

“Dari rencana awal Juni gelombang kedua, gelombang ketiga kan kalau sesuai schedule itu minggu ketiga bulan Juni,” kata Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial (Kemensos), Asep Sasa Purnama saat dihubungi detikcom, Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Pada program BST ini setiap KPM akan mendapat Rp 600.000 per bulannya. Penerima BST ini di luar data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang dikelola Kemensos, atau sasarannya warga miskin yang belum mendapatkan bantuan baik dari Desil 2, Desil 3, Desil 4, dan non desil.

Baca Juga :  Bawaslu Catat 18 Pelanggaran Protokol

BST ini program baru selama COVID-19 atau di luar dari bansos seperti program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, bansos sembako, hingga bantuan langsung tunai (BLT) dana desa.

Menurut Asep proses pencairan tahap kedua dan ketiga bisa lebih mudah lantaran dua mitra penyalur sudah memiliki data penerima yang tepat.

“Yang paling rumit itu kan awal karena angka sekian lokasinya di mana dan siapa yang menerima, setelah itu kan top up, kedua sudah tahu masyarakatnya siapa,” ujarnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi: Saya yang Pertama Disuntik Vaksin Corona

“Itu berdasarkan pengalaman pertama teman-teman Kantor Pos sudah tahu, kalau skenarionya sekian akan diatur, akan di split, jadi ada strategi layanan mendekatkan layanan salur BST di tingkat desa,” tambahnya.

Lebih lanjut Asep menegaskan, program BST juga membuat masyarakat tenang apalagi yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) saat pandemi Corona namun tidak masil program perlindungan sosial yang sudah ada selama ini.

“Iya akhirnya masyarakat menjadi tenang, karena semula kan takut terlambat kalau tidak dicairkan, hilang, tapi mereka tenang bahwa pemerintah komit,” ungkapnya. [detik.com]

  • Bagikan