Dibalik Pemakaman PDP Covid-19 di Kota Bengkulu, Terdapat Kisah Inspiratif

  • Bagikan
IMG 20200525 WA0020

BENGKULUKisah inspiratif di balik pemakaman Asril (53) warga jalan Bandar Raya Rawa Makmur Permai Kota Bengkulu, Senin (25/05/2020). Tercatat sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) lantaran hasil rapid test-nya reaktif.

Sementara hasil swab-nya masih menunggu karena belum ke luar. Ternyata pemakaman Asril dilaksanakan dengan mendapatkan dukungan penuh warga sekitar.

8c70ed9b aefa 453e 97dd d9008a25688f4002150619573748611
Dibalik Pemakaman PDP Covid-19 di Kota Bengkulu, Terdapat Kisah Inspiratif 4

Saat meninggalkan lokasi, petugas medis mendapatkan aplaus hangat dari warga sebagai bentuk dukungan penuh dalam upaya memerangi Covid-19 di Provinsi Bengkulu.

Sebagaimana disampaikan anggota DPRD Kota Bengkulu, Dediyanto yang juga merupakan warga setempat. Apresiasi tidak terhingga diberikan masyarakat atas upaya tak kenal lelah yang dilakukan para tenaga medis. Selama proses pendampingan, diterangkan Dedi Yanto, pemakaman berlangsung lancar dan aman.

“Ini untuk referensi bagi kita semua agar tetap tenang, kompak dan bahu membahu atas musibah di tengah Pandemi covid-19,” tutur Dediyanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/05/2020).

IMG 20200525 WA0020
Dibalik Pemakaman PDP Covid-19 di Kota Bengkulu, Terdapat Kisah Inspiratif 5

Waka Komisi III DPRD Kota Bengkulu ini mengisahkan, mengetahui ada kematian setelah mendapat telepon dari anak pasien.

Baca Juga :  Mahasiswa Lanjutkan Aksi Demo Di Kantor DPRD Kabupaten Kepahiang

“Si anak merasa bapaknya tidak terpapar Covid-19, saya bilang kita harus sabar dan harus ikuti apa saran dari pihak RS dan tenaga kesehatan. Saya minta waktu untuk menghubungi Dinas Kesehatan Kota. Hasilnya kemudian saya sampaikan, bahwa orang tuanya PDP dan pemakaman menggunakan protap covid 19,” beber Dedi Yanto.

Dari sini, si anak memahami hingga memenuhi arahan petugas medis. “Si anak berharap pemakaman dilakukan di pemakaman setempat,” jelas Dediyanto.

Berkoordinasi dengan aparat RW/RT dan tokoh masyarakat setempat, harapan sang anak kemudian terpenuhi.

“Dinkes meminta masyarakat menyiapkan penggalian kubur. Adapun proses kremasi jenazah, memandikan, mengkafani dan menyolatkan dilakukan pihak Dinkes dan RS dengan protap covid-19,” kata Dediyanto.

Selapas magrib, ambulans Pemkot Bengkulu tiba di pemakaman. Masyarakat mengikuti protap, dengan menjauhi areal pemakaman. Meskipun begitu, proses pemakaman dapat berjalan lancar dengan dibantu masyarakat.

Baca Juga :  Tomi Saputra, Pelajar SD Asal Kabupaten Kepahiang Jadi Peserta (FLS2N) Terbaik Tingkat Provinsi Bengkulu

Kejadian mengharukan terjadi ketika serombongan petugas medis dengan ambulansnya meninggalkan lokasi. Sahut-sahutan teriakan warga dialamatkan kepada petugas medis sebagai ucapan terima kasih tidak terhingga.

“Semua masyarakat yang hadir berteriak mengucapkan terimakasih dan bertepuk tangan kepada para tim medis. Kami melakukan salat gaib bersama, dengan menjaga jarak dan gunakan masker,” sambung Dedi Yanto.

Fenomena yang terjadi ini setidaknya bisa menjadi gambaran wujud dari kekompakan masyarakat, sekaligus bentuk dukungan kepada petugas medis.

“Ayo kita saling menguatkan satu sama lain. Bravo untuk semuanya, mari terus bergerak tebarkan kebaikan karena hakekat hidup memang untuk itu. Salut dan bangga dengan para petugas medis. Anda tidak sendirian karena ada banyak rakyat yang kasih apresiasi,” ujar Dedi Yanto.

Source RK

AG

  • Bagikan