KPU Cek Server, Setelah Data Warga Bocor Diretas

  • Bagikan
IMG 20200305 194358

JAKARTA , CR — Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah melakukan pengecekan lebih lanjut terkait keamanan server data milik mereka sehubungan dengan dugaan jutaan data warga yang diretas.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Viryan Azis di Jakarta, Jumat, mengatakan Kepada Antara bahwa KPU langsung mengecek data internal mereka sejak adanya klaim peretasan tersebut.

KPURI sudah bekerja sejak tadi malam menelusuri berita tersebut lebih lanjut, serta melakukan cek kondisi internal (server data) dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, informasi lebih lanjut akan disampaikan kemudian,” kata Viryan Azis.

Baca Juga :  Ini Simulasi Hitungan Pemotongan Gaji Karyawan Setelah Ada Iuran Tapera

Terkait dengan unggahan salah satu akun media sosial mengenai kebocoran data pemilih itu, menurut Viryan, data tersebut merupakan soft file dari daftar pemilih tetap Pemilu 2014.

“Soft file data KPU tersebut (format pdf) dikeluarkan sesuai dengan regulasi dan untuk memenuhi kebutuhan publik bersifat terbuka. Picture ini berdasarkan meta datanya tanggal 15 November 2013,” katanya.

Disinggung soal jumlah datar pemilih tetap pada Pemilu Presiden 2014, dia mengatakan bahwa data itu tidak sampai 200 juta jiwa, tetapi 190 juta jiwa.

Baca Juga :  Kapolri Keluarkan Maklumat, Larang Simbol FPI di Masyarakat

Diketahui Sebelumnya, pada hari Kamis (21/5) peretas mengklaim telah membobol 2,3 juta data warga Indonesia dari KPU.

Informasi itu datang dari akun @underthebreach yang juga mengabarkan kebocoran data ecommerce Tokopedia di awal bulan ini.

“Aktor (peretas) membocorkan informasi 2.300.000 warga Indonesia. Data itu termasuk nama, alamat, nomor ID, tanggal lahir, dan lainnya,” cuit @underthebreach.

Akun itu juga menyebutkan bahwa data tersebut tampaknya merupakan data tahun 2013. Tidak hanya itu, peretas juga mengklaim akan membocorkan 200 juta data lainnya.

Pewarta : AG
Editor : AG

  • Bagikan