Bukan Yang Pertama, Terpantau KPU Sudah Dua Kali Diretas

  • Bagikan
peretas

Cakrawalarafflesia — Sedang hangat diperbincangkan terkait bocornya 2,3juta data warga Indonesia dan peretas juga mengklaim akan membagikan 200 juta data warga lainnya.

Sangat disayangkan dan membahayakan jika sampai seluruh data warga Indonesia sampai bocor ke phiak lain. karena dapat dimanfaatkan untuk melakukan tindakan kejahatan.

Perlu diketahui. semua data warga ada di server KPU mulai Nama, Nomor NIK, Nomor KK, Alamat Rumah, dll. bayangkan saja jika data tersebut tersebar dan digunakaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga :  Nomor Urut Paslon Pilkada Kabupaten Kepahiang, No 1 Ujang - Daus No 2 Hidayat - Nata

Isu pertesan tersebut diketahui Kamis malam (21/05/20) dari akun @underthebreach akun yang sama juga telah membocorkan informasi tentang peretasan Tokopedia beberapa waktu yang lalu.

Bukan Kasus Pertama

Kasus Peretasan terhadap situs KPU bukan pertama kali terjadi. tapi ini yang kedua. diketahui bahwa kejadian peretasan yang pertama kali terjadi saat Pemilu Tahun 2004.

Baca Juga :  Pemungutan Suara Pilkada 2020 Jadi Hari Libur Nasional

Dimana saat itu peretas berhasil masuk kedalam server KPU dan berhasil mengganti nama serta gambar partai peserta pemilu menjadi nama-nama lain seperti Partai Jambu, Air Minum Dalam Kemasan, dan lain sebagainya.

Dan peretas tersebut berhasil ditangkap, peretas yang bernama asli Dani Firmansyah, mengaku hanya ingin menguji keamanan situs web KPU. Dani akhirnya dijatuhi hukumuan kurungan penjara 6 bulan 21 hari atas perbuatannya.

Pewarta & Editor : AG

  • Bagikan
Positive SSL