Syarat Untuk ASN Kepahiang Yang Ingin Mudik Lebaran

  • Bagikan
bupati dan sekkab 1032x700 1

KEPAHIANG , CR — Seperti yang diketahui bahwa KemenPAN sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang menetapkan seluruh ASN dilarang keras untuk Mudik.

Terkait hal itu, Bupati Kepahiang, Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, MM, IPU dengan tegas melarang ASN di lingkungan Pemkab Kepahiang mudik saat lebaran. Jika Kedapatan ada ASN yang melanggar, Bupati memastikan sanksi berat hingga pemecatan.

Dijelaskan oleh Bupati, dalam Surat Edaran (SE) KemenPAN RB sudah menetapkan ASN dilarang keras untuk mudik. “ASN yang nekat mudik, sanksinya adalah disiplin berat isinya bisa sampai kepada pemecatan,” ujar bupati, Selasa (19/05/2020).

Ketentuan larangan mudik lebaran tahun ini, dengan harapan memutus mata rantai penularan Covid-19.

Baca Juga :  Pengamanan Pilkada 2020, Personel Polres Kepahiang Dibekali APD

Walaupun demikian, masih ada pengecualian bagi ASN tetap yang diperbolehkan untuk mudik. Yakni, mereka yang dalam keadaan musibah atau memiliki kepentingan mendesak yang tidak bisa ditunda.

“Seumpama, ada anggota keluarga seperti orang tuanya meninggal dunia, tentu mereka tetap masih bisa pulang. Kalau satu atau 2 orang itu bisa saja terjadi,” Jelas Bupati.

UntukASN dengan alasan keperluan mendesak, bisa mudik setelah mendapat surat izin dari atasan setingkat kepala OPD.

Baca Juga :  Minimarket Sabila I Kepahiang Dibobol, Uang Tunai Rp 8 Juta Raib

“Tanpa surat izin atau rekomendasi, ASN manapun tetap tidak diperbolehkan untuk mudik ke luar daerah,” tegasnya.

Pewarta : ANO

Editor : AG

  • Bagikan