Istri TNI Posting Rezim Jokowi Tumbang, Suaminya Ditahan 14 Hari

  • Bagikan
Jendral TNI Andika Perkasa

CR — Peringatan untuk yang lain.Kembali terjadi Aksi nyinyir dilakukan oleh istri dari seorang anggota TNI.

Kali ini sang suami seorang personel TNI AD dari Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) Jaya berinisial Sersan Mayor T harus menanggung risiko akibat ulah dari sang istri.

Diketahui di media sosial, istri Serma T berinisial SD menulis status ‘mugo rezim ndang tumbang sebelum akhir tahun 2020’.

Artinya ‘semoga rezim segera tumbang sebelum akhir tahun 2020’. (Red)

Akibat postingan istrinya itu,  Sersan Mayor T seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD) harus rela dijatuhi hukuman disiplin militer berupa penahanan selama 14 hari.

Hukuman diberikan untuk anggota Resimen Induk Kodam (Rindam) Jaya itu karena unggahan yang dibuat oleh istrinya di media sosial.

Keputusan diambil pada sidang yang digelar di Mabes AD, Minggu (17/5/2020).

Sidang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa dan dihadiri Wakil KSAD, Komandan Pusat POM AD, Pangdam Jaya, dan jajaran lainnya.

Baca Juga :  Daftar Film Box Office Korea Pekan Ini

“Menjatuhkan hukuman disiplin militer kepada Sersan Mayor T berupa penahanan ringan sampai dengan 14 hari karena tidak menaati perintah kedinasan yang sudah dikeluarkan berulang kali tentang larangan penyalahgunaan sosial media oleh prajurit TNI AD dan keluarganya,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Kolonel Inf. Nefra Firdaus dalam keterangan tertulis, Minggu, sebagaimana dikutip dari Kompas.com

Dalam sidang itu, Sersan Mayor T dianggap telah melanggar aturan tentang penggunaan media sosial di lingkungan prajurit TNI AD dan keluarga.

“Tidak mentaati perintah kedinasan yang sudah dikeluarkan berulang kali tentang larangan penyalahgunaan sosial media oleh Prajurit TNI AD dan keluarganya,” ujar Nefra.

Namun, putusan akhir akan diberikan pada sidang disiplin militer yang akan dipimpin oleh Komandan Rindam Jaya di Mako Rindam Jaya, Senin (18/5/2020).

Sementara untuk istrinya, TNI AD mendorong agar SD diproses secara hukum.

Anggota Persatuan Istri TNI AD itu diduga melanggar ketentuan di dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca Juga :  Kapolri Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Pernah Beroperasi di Wilayah Sulu Filipina

Mendorong proses hukum terhadap Saudari SD dalam kapasitasnya sebagai anggota Persatuan Istri TNI AD,” ujar dia.

Unggahan status yang dibuat SD diketahui dimuat pada akun Facebook-nya dan sempat ramai beredar di berbagai media sosial beberapa waktu lalu.

Dengan menggunakan bahasa Jawa, SD menuliskan status dengan harapan pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat tumbang dalam waktu dekat.

“Mugo rezim ndang tumbang sblm akhir 2020 (semoga rezim segera tumbang sebelum akhir 2020),” tulis SD.

Namun, SD justru kembali membalas pernyataan itu, bukannya memperbaiki unggahan statusnya.

“Sing gaji TNI bkn negoro ning rakyat. Duite seko rakyat (yang gaji TNI bukan negara, tapi rakyat. Uangnya dari rakyat),” tulis SD.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Istri TNI Posting Rezim Jokowi Tumbang, Suami Terancam Penjara 14 Hari

  • Bagikan