Perawat RSUD kepahiang Positif Covid-19, Keberadaannya Malah Ditolak Teman

  • Bagikan
5e7c626d24bbb

Perawat RSUD kepahiang terpapar karena rawat pasien asal tebat monok

Kondisi inilah yang dialami AR (36), perawat RSUD Kepahiang yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil Swab yang disampaikan Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-18 Kabupaten Kepahiang, Sabtu (09/05/2020) lalu.

Sempat menjalani isolasi mandiri di kediamannya di Desa Kutorejo, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang usai mengetahui hasil rapid test nya positif Covid-19. Kini AR sudah menjalani isolasi di RSUD Kepahiang. Dia tak lagi menjalani isolasi mandiri di rumah sebab  rentan menulari anak dan istrinya.

Cerita pilu pun terungkap, dilansir RK Online melalui sambungan telepon pada Senin (11/05/2020). AR yang terkonfirmasi sebagai pasien 04 Covid-19 di Kabupaten Kepahiang, kini merasa tidak nyaman kalau harus menjalani isolasi di RSUD Kepahiang.

Baca Juga :  DI, Penikaman dan Pembunuhan Di Kepahiang Berhasil Diringkus, Ternyata Ini Motifnya

Bukan karena fasilitas yang minim, namun dia mendapati informasi mulai berkembangnya penolakan dari rekan sesama medis jika menjalani isolasi di RSUD Kepahiang. “Saya tidak nyaman bukan karena fasilitasnya, tapi karena banyaknya petugas medis yang menolak keberadaan saya di sini (RSUD Kepahiang,red),” sedih AR.

Dengan berat hati, dia sangat berharap dirinya dipindahkan ke tempat lain yang lebih memungkinkan. “Sampai hari ini (11 Mei 2020), alhamdulillah kondisi fisik saya masih sehat-sehat saja. Saya sadar diri, saya juga takut dan tidak ingin menularkan penyakit ini kepada orang lain,” paparnya.

“Kalau memang ada tempat lain yang memungkinkan, saya berharap isolasi saya dipindahkan ke tempat lain saja,” lirih AR.

Mengenai isolasi pasien 04, Kadis Kesehatan Kabupaten Kepahiang, H. Tajri Fauzan, SKM, M.Si mengatakan, terpaksa ditempatkan di salah satu ruangan RSUD Kepahiang. Lantaran ruang isolasi khusus yang direncanakan Pemkab Kepahiang di Gor Tebat Monok masih belum siap.

Baca Juga :  Jual Mobil Bodong, Mantan Dewan Dan Oknum ASN Diamankan Polres Kepahiang

“Tidak ada pilihan lain. Mau ditempatkan di Gor, Gor belum siap. Mau diisolasi di hotel, hotel juga tidak sanggup dan menolak karena status pasien positif Covid-19. Sedangkan untuk isolasi mandiri di rumah, tidak memungkinkan. Karena berpotensi menulari anak dan istrinya,” demikian Tajri.

  • Bagikan