Perlunya Penekanan Lalu Lintas di Perbatasan, Mayoritas Kasus Virus Corona Masuk dari Luar Daerah

  • Bagikan
Ketua Gugus Tugas Hidayattullah Sjahid 1

CR KEPAHIANG — Disampaikan oleh Bupati Kepahiang Hidayattullah Sjahid yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, lalu lintas manusia di perbatasan Kepahiang dengan daerah lain perlu ditekan. Dikarenakan, kasus virus corona yang masuk ke Provinsi Bengkulu datang dari luar provinsi.

“Sejauh ini kita sudah menekan lalu lintas orang di perbatasan. Ini sangat penting. Kenapa? Karena imported cases itu lebih besar ketimbang yang lokal. Hampir semua kejadian virus corona dari orang masuk ke sini. Mereka membawa virus , baik sengaja atau pun tidak,” kata Hidayat saat menyampaikan sambutan pada rapat evaluasi Gugus Tugas Covid-19 di teras kantor Bupati Kepahiang, Rabu (06/05/2020).

Hidayattullah memberikan contoh di Kepahiang, pasien 01 dari Tebat Monok yang terkonfirmasi corona pernah datang dari Kota Bengkulu.

Baca Juga :  Hasil Swab 45 Orang di Bengkulu Dinyatakan Negatif, Rapid Tes Reaktif 4 Orang

“Kalau di lihat, pasien 01, 02 dan 03 di Kepahiang , awalnya datang dari Bengkulu. 01 di Bengkulu datang dari Lampung Selatan. Kita bisa sampaikan kalau di kebun-kebun itu relatif aman, tapi yang lalu lintas, baik dari Lubuklinggau, dari Bengkulu dan perbatasan Pagar Alam, Empat Lawang ini patut dan sangat-sangat diwaspadai,” jelas Hidayat.

Baca Juga :  Prof. Faisal Berharap Temuannya Diproduksi Massal, 'Penjinak' Corona dari Indonesia

Ia menceritakan, hal itulah yang mendasari Pemkab Kepahiang dan Pemprov Bengkulu sepakat membangun posko di perbatasan.

“Maka dari itu, kita bersama Pak Gubernur sepakat membuat posko perbatasan. Nah, sekarang kita evaluasi ini, apakah sampai sekarang masih efektif,” imbuhnya.

  • Bagikan
Positive SSL